Gegara Postingan di Facebook, Pria Cilegon Ditangkap Satgas Siber Polda Banten

oleh -
Postingan Facebook Pria Cilegon Ditangkap Satgas Siber Polda Banten ujaran kebencian sara
EJ ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/263/VII/RES.2.5./2021/SPKT III.Ditreskrimsus/Polda Banten pada Rabu (14/7) lalu.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Seorang pria berinisial EJ (51) diamankan Satgas Siber Ditreskrimsus Polda Banten. Pria tersebut diamankan polisi lantaran diduga telah memosting ujaran kebencian dan SARA di akun media sosial (Medsos) Facebook miliknya bernama Edward J Franz Antonio.

EJ ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/263/VII/RES.2.5./2021/SPKT III.Ditreskrimsus/Polda Banten pada Rabu (14/7) lalu. EJ diketahui sebagai warga Kota Cilegon yang sehari-harinya berprofesi sebagai wiraswasta.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi di Kota Serang, Sabtu (17/7/2021) mengatakan, postingan pelaku diduga kuat dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Saat ini pelaku dan barang bukti satu unit handphone akun FB atas nama Edward Junaidi Antonio berikut dengan satu bundel screenshot-nya, screenshot akun FB atas nama Edward J Frans Antonio sudah diamankan petugas di Direktorat Kriminal Khusus Unit Cyber Polda Banten dan sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Edy Sumardi.

BACA JUGA: Polda Banten Bersama Denkesyah Gelar Vaksin Massal

Pelaku, kata Edy, membuat akun Facebook sebanyak 12 akun namun dengan link yang berbeda. Beberapa akun dipergunakan untuk menulis ujaran kebencian terhadap pemerintah atau Presiden maupun suatu agama atau SARA.

Tersangka bakal dijerat Pasal 45 A ayat (2) Jo. 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat 1 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Ancaman pidana minimal 6 tahun dan maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” tandas Edy Sumardi.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.