Gebrak Pakumis Plus Segera Realisasikan Bedah Rumah

oleh -
Gebrak Pakumis
Bedah rumah

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24. COM –– Program bedah rumah Gebrak Pakumis Plus 2019 yang dicanangkan oleh Pemkab Tangerang sudah mulai berjalan. Dari 20 kecamatan yang menjadi prioritas, masing-masing Kecamatan mendapatkan jatah rehab 50 rumah yang dinilai tidak layak huni, kumuh, dan miskin, Senin (7/10/2019).

Camat Kresek, Zaenudin mengatakan, ada sebanyak 50 rumah tidak layak huni di Kampung Kemuning, Kecamatan Kresek, yang akan di rehab melalui program Gebrak Pakumis Plus. Kata dia, jumlah tersebut sudah sesuai kuota yang diberikan oleh pemkab Tangerang, meski sebenarnya ada ratusan rumah tak layak huni yang diusulkan oleh Kecamatan Kresek.

“Karena memang sebenarnya di wilayah Kresek ini masih banyak terdapat rumah tidak layak huni,” ungkapnya kepada Redaksi24.com

Meski program Gebrak Pakumis Plus sudah berjalan, tetapi dirinya belum mengetahui secara pasti kapan proses rehab puluhan rumah tak layak huni di wilayah Kesek tersebut dilaksanakan. “Tapi dari informasi memang secepatnya, secara tekhnis pembangunannnya akan dilakukan oleh dinas perkim” kata dia.

BACA JUGA:

Wow! Anggaran Gebrak Pakumis Plus Kabupaten Tangerang Capai 20 Miliyar

Gebrak Pakumis Plus Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sanitren Dan Sanisek Jadi Program Unggulan Kabupaten Tangerang

Sementara itu, pihak Kecamatan Tigaraksa melalui Koordinator Unit Pelaksana Kagiatan (UPK) Bidang PGP, M. Yunus menuturkan, dengan jumlah yang sama sebanyak 50 unit rumah tidak layak huni di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, juga akan segera direhab melalui program Gebrak Pakumis Plus. Ia juga mengungkapkan, jika proses tahap pertama pembangunannya akan dilaksanakan mulai besok (Selasa, 8/10/2019).

“Pembangunannya akan dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama ada 20 rumah yang akan direhab dikerjakan mulai besok,” katanya

Ia menambahkan, puluhan rumah yang mendapat bantuan rehab tersebut adalah hasil pendataan aparat desa dan UPK yang kemudian diajukan kepada Pemkab Tangerang melalui Dinas Perkim.

“Yang disebut tidak layak huni itu yang lantai rumahnya masih tanah, dindingnya masih dari bilik, dan yang dianggap sudah tidak layak ditempati,” tukasnya (Ricky/Aan)