Gawat, Warga Pakuhaji Kabupaten Tangerang Terancam Kanker

oleh -
Gawat, Warga Pakuhaji Kabupaten Tangerang Terancam Kanker DLHK Dinkes pabrik plafon
Dalam jangka pendek, debu berbahan dasar serbuk resin dan kalsium bisa menyebabkan gangguan pernafasan atau inspeksi saluran pernafasan (Ispa). Limbah B3 itu dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kanker.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Selain mengotori rumah-rumah warga, polusi debu yang diduga berasal dari aktivitas PT Adi Jaya Makmur Sejahtera, ternyata mengandung bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Dalam jangka pendek, debu berbahan dasar serbuk resin dan kalsium bisa menyebabkan gangguan pernafasan atau inspeksi saluran pernafasan (Ispa). Limbah B3 itu dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kanker.

Penyakit berbahaya itulah yang kini tengah mengintai warga Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka setiap hari disuguhi debu yang diduga dihasilkan dari pabrik pembuat plafon milik PT Adi Jaya Makmur Sejahtera.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, akibat dari menghirup udara yang sudah terkontaminasi debu serbuk resin dan kalsium, dalam jangka pendek bisa menimbulkan Ispa.

BACA JUGA: Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas

“Untuk meringankan polusi debu, sebaiknya warga memakai masker. Karena menghirup serbuk resin bisa berbahaya bagi pernapasan,” ungkap dr Hendra Tarmizi yang juga juru bicara (Jubir) Satgas penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang kepada Redaksi24.com melalui WhatsApp pada Jumat (12/11/2021).

Sementara untuk jangka panjangnya, lanjut Hendra Tarmizi, debu berbahan dasar serbuk resin dan kalsium bisa menimbulkan kanker.

“Jadi sebaiknya sebisa mungkin warga harus menghindari menghirup langsung serbuk resin tersebut,” saran Hendra Tarmizi.

Sebelumnya pada 5 Oktober 2021 lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, sudah melakukan verifikasi lapangan ke PT Adi Jaya Makmur Sejahtera. Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) diketahui pabrik plafon itu, terbukti menimbulkan polusi debu.

BACA JUGA: Camat Pakuhaji Sebut PT Adi Jaya Makmur Sejahtera Perusahaan Bandel

Selain itu, perusahaan tersebut juga tidak memiliki izin seperti yang tercantum dalam surat Kasi Bina Hukum dan Lingkungan DLHK Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha bernomor 660/674-DLHK/2021.

“Kegiatan utama perusahaan itu adalah industri plafon yang berbahan dasar serbuk resin dan kalsium,” ungkap Sandy Nugraha saat ditemui di ruangannya pada Kamis (5/11/2021).

Dia menyebut pihaknya sudah meneruskan laporan tersebut ke Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk ditindaklanjuti. Namun sampai kini, pabrik plafon tersebut masih tetap beroperasi.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.