Gawat, TPSA Cilowong Serang Rawan Longsor

oleh -
syafrudin tinjau TPSA Cilowong
Wali Kota Serang, Banten, Syafrudin meninjau TPSA Cilowong di Kecamatan Taktakan.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Wali Kota Serang, Banten, Syafrudin menilai Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong Kecamatan Taktakan rawan longsor. Karena itu, dia menginstruksikan dinas terkait untuk membangun jalan lalu lintas truk pengangkut sampah. Selain itu, wali kota juga meminta dinas terkait membangun bronjong sebagai penahan lahan agar tidak longsor.

Untuk pembangunan antisipasi longsor di TPSA Cilowong tersebut, menurut Syafrudin, Pemkot Serang akan mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur yang diambil dari Bantuan Provinsi (Banprov) Banten.

“Yang pertama untuk pembuatan jalan masuk kendaraan truk sampah, dan kedua menjaga bronjong yang di pinggir jalalan sebagai antisipasi longsor,” kata Wali Kota Serang, Syafrudin kepada wartawan saat mengunjungi TPSA Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu (18/1/2020)

Selain itu, kedatangan wali kota ke TPSA Cilowong juga untuk meninjau mesin karbon yang didatangkan dari Aceh. Mesin itu bisa memproduksi asap cair yang bahan bakunya dari sampah. Asap cair bisa digunakan sebagai bahan bakar alternative, seperti bensin dan solar.

“Kemudian juga bisa mengolah air lindy dan air bersih, bahkan untuk diminum, ini teknologi yang luar biasa,” imbuh Syafrudin.

BACA JUGA:

. Wali Kota Serang Geram Pelayanan Publik Belum Optimal

. Soal Peternakan Ayam Ilegal, Dewan Persilahkan Warga Demo Wali Kota Serang

. Masuk Daerah Rawan Bencana, BMKG Teliti Kondisi Tanah Kota Serang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto menjelaskan, alat tersebut satu alat yang memiliki 5 fungsi untuk pengolahan dan pemrosesan sampah. “Kalau harga kami belum membeli, tapi tentunya akan mengarah kepada kerjasama,” ungkapnya.

Meski demikian, mesin karbon tersebut hanya baru dilakukan uji coba selama 3 sampai 6 bulan. Bila berhasil, kata Ipiyanto, kemungkinan akan diadakan kerjasama. Sementara ini masih dalam tahao uji pengolahan sampah.

“Kalau berhasil baru kami melakukan kerjasama, lihat dulu yang akan dihasilkan dari mesin itu,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.