Gawat, Jembatan Surianen Pandeglang Rawan Ambruk

  • Whatsapp
Jembatan Surianen, rawan ambruk, kecamatan patia, pandeglang, sungai ciliman
Sejumlah pengendara roda dua harus hati-hati melintas di Jembatan Surianen yang ditambal menggunakan batang pohon kelapa.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bangunan jembatan Surianen yang menghubungkan antara Kecamatan Pagelaran-Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten,  kondisinya kini cukup memprihatinkan. Jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliman itu, konstruksinya sudah mulai rusak, sehingga rawan ambruk.

Pantauan Redaksi24.com, badan jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter dan lebar 3 meter itu sudah banyak yang bolong, dan ditambal dengan menggunakan kayu pohon kelapa. Para pengendara roda dua pun nampak kesulitan melintas jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain badan jembatan banyak yang bolong-bolong, besi penahan jembatan itu pun sudah banyak keropos. Bahkan ketika dilintasi kendaraan, jembatan itu mulai goyang.

Kepala Desa (Kades) Surianen, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Buang mengakui kondisi jembatan Surianen yang ada di desanya sudah cukup memprihatinkan. Bahkan, ia memprediksi jika tidak dibangun tahun ini ataupun tahun depan, bangunan jembatan tersebut bisa ambruk.

“Kami khawatir kalau tidak segera dibangun, jembatan itu akan ambruk. Soalnya kerusakannya sudah cukup parah,” ungkap Buang, Selasa (3/11/2020).

BACA JUGA: Begini Surat Protes Pemkab Pandeglang ke Mendagri, Bawaslu Ngaku Baru Terima 2 Laporan Pelanggaran Netralitas ASN

Lanjut Kades, sebelumnya pihaknya bersama Kades yang lain di Patia telah melakukan perbaikan terhadap kerusakan jembatan tersebut, dengan mengecor badan jembatan yang ambrol. Namun kekuatannya hanya beberapa hari saja. Setelah itu ambrol lagi. Setelah itu ditambal dengan menggunakan batang pohon kelapa.

“Kalau dicor itu rusak lagi rusak lagi, karena jembatannya sudah goyang kalau dilintasi kendaraan. Makanya kami tambal dengan batang pohon kelapa,” katanya.

Jika jembatan itu ambruk, tambah Kades, tentu akses Pagekaran-Patia akan lumpuh total. Sebab jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung di jalur tersebut. Maka dari itu, pihaknya sangat mengharapkan jembatan tersebut segera ditangani, sebab jika dibiarkan terlalu lama khawatir akan ambruk total.

Terlebih, kata dia, di Kecamatan Patia rencananya akan dibangun eksit atau pintu keluar tol Serang-Panimbang. Artinya ke depan aktivitas lalulintas di jalur Pagelaran-Patia akan lebih padat, maka jembatan Surianen harus segera dibangun.

“Kalau jembatan itu putus tentu masyarakat Kecamatan Patia, Pagelaran dan Sukaresmi akan terisolir,” ujarnya.

Ditemui di lokasi, salah seorang pengendara roda dua, Sarmin mengaku, kesulitan saat melintas jembatan yang ditambal dengan pohon kelapa itu. Terlebih ia membawa muatan hasil panen padi. Ia harus ekstra hati-hati ketika melintasnya karena takut terpeleset dan jatuh ke Sungai Ciliman.

“Saya tidak bisa leluasa melintas di jembatan ini. Karena sudah banyak tambalan dengan pohon kelapa, ditambah lagi kondisinya licin. Jadi harus pelan-pelan menginjakan roda kendaraan supaya tidak terpeleset,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.