Gawat! Ibu Kota Banten Tidak Aman Bagi Anak dan Perempuan

  • Whatsapp
kota serang
Ilustrasi - kasus kekerasan pada anak di Kota Serang jumlahnya meningkat.

KOTA SERANG, REDAKSI24MCOM – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Serang, Banten, mulai dari pelecehan seksual, kekerasan fisik, hingga persetubuhan, jumlahnya mencapai 18 kasus.

Dari jumlah itu, 2 kasus menimpa anak laki-laki, korban anak perempuan 24 orang dan korban perempuan dewasa 1 orang. Jumlah tersebut terjadi sejak Januari hingga Agustus 2020 dengan jumlah korban secara keseluruhan mencapai 27 orang.

Bacaan Lainnya

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Serang, Ratu Anita Taurina mengungkapkan, kasus kekerasan anak dan perempuan cenderung menurun dibandingkan tahun 2019 dengan jumlah kasus 47, terdiri dari anak laki-laki 6 korban, anak perempuan 31 korban, perempuan 10 orang.

“Kebanyakan itu kasus persetubuhan, pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap anak. Cuman yang mendominasi itu adalah pelecehan seksual,” katanya kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (4/7/2020).

BACA JUGA: Lewat Webinar,  Sejumlah Tokoh di Kota Serang Gelorakan Nasionalisme

Tetapi kasus tersebut, sambung Anita, juga ada yang sudah diselesaikan secara mediasi dengan cara kekeluargaan. Namun menurut dia, ada juga yang menyelesaikanya secara hukum. Jika dilihat dari laporan, menurut Anita, kasus pelecehan seksual terjadi hampir merata di setiap kecamatan Kota Serang.

“Hanya saja yang dominan terjadi di Kecamatan Serang, karena mungkin tingkat penduduknya juga lebih banyak dan luas,” imbuhnya.

Anita menyebut, dengan adanya pandemi covid-19, tidak mempengaruhi peningkatakan kasus pelecehan seks terhadap anak. Sebab, kata dia, predator anak sebelum pandemi covid-19 pun sudah banyak berkeliaran. “Untuk korbannya sendiri paling banyak itu anak dibawah umur,” imbuhnya.

Anita melanjutkan, umumnya para pelakunya berasal dari orang dekat atau yang sudah mengenal korban, Misalkan bapak tiri, saudara atau tetangganya. “Karena mungkin orang tua juga pasti tidak menyangka, dari prilaku juga kan baik dan sudah percaya,” ujarnya.

BACA JUGA: Asyik, Bioskop dan Konser Musik di Kota Serang Boleh Digelar Lagi

Sedangkan untuk menekan angka kekerasan seksual pada anak ini, dikatakan Anita, pihaknya melakukan upaya soaialisasi ke setiap kawasan di Kota Serang. Pihaknya juga meminta kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Kami juga membantu penanganan kasus serta mendampingi korban sampai kasusnya tuntas,” ujarnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada orang tua harus lebih dekat dengan anak, harus memahami karakter anak, dan menjadikan anak sebagai teman serta selalu sisikan waktu bersama anak untuk berdiskusi.

“Karena sekarang ini kan anak itu kebanyakan takut cerita kepada orang tua, karena mungkin takut dimarahin atau malah disalahkan,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.