Gara-gara Uang Rp30 Ribu, Hendra Tewas Di Ujung Pisau Dapur Sang Istri

oleh -
Petugas Reskrim Polsek mampang Prapatan Memeriksa TKP
Petugas Reskrim Polsek Mampang Prapatan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan berat terhadap Hendra oleh RK, istri korban, di Jalan Bangka VIIIC, RT 013/RW 012, Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Senin .

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Dipicu cekcok gara-gara uang Rp30 ribu, Hendra Supena, warga Jl. Bangka Kelurahan Mampang Prapatan Kecamatan Mampang Parapatan Jaksel (Jakarta Selatan), tewas diduga ditusuk RK (35), istri korban, dengan pisau dapur.

Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) Mampang Prapatan, Kompol Sujarwo, membenarkan adanya insiden penganiayaan berat oleh istri terhadap suaminya itu. RK diduga menjadi pelaku penusukan  korban Hendra menggunakan senjata tajam pisau dapur.

“Awalnya suami minta uang kepada istrinya, istrinya marah, cekcok, suaminya lantas mukul istri,”ungkap Sujarwo di Jakarta, Senin.

Menurutnya, keributan rumah tangga yang terjadi Minggu (16/08) pukul 09.00 WIB  di kontrakan kedua pasangan di Jalan Bangka VIIIC, RT 013/RW 12, Kelurahan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu berawal saat korban Hendra meminta uang Rp 30 ribu kepada istrinya yang biasanya digunakan untuk membeli rokok.

“Suaminya memang pengangguran, kadang kerja serabutan. Dia sering minta uang kepada istrinya,” kata Sujarwo.

RK, lanjut kapolsek, ternyata tidak memenuhi keinginan sang suami lantaran dirinya sudah lima bulan tidak bekerja lagi sebagai pelayan perempuan setelah terkena  PHK(pemutusan hubungan kerja)  akibat pandemi COVID-19. Sedangkan suami yang menikahinya secara sirih bekerja serabutan, terkadang jadi juru parkir.

Karena permintaannya tidak dipenuhi, suami pelaku marah hingga terjadi percekcokcakan. Saat pertengkaran itu terjadi, Hendra membawa sebilah pisau dapur. Korban memukul istrinya terlebih dahulu, lalu mengancam menggunakan pisau dapur yang dibawanya.

“Memang yang mukul duluan suaminya, namun pisaunya sudah dikuasai istrinya. Dalam perkara ini kami harus melakukan pendalaman lagi untuk memastikan motifnya,”tutur Sujarwo.

Keributan pun memuncak ketika RK diduga melakukan penusukan kepada sang suami dengan pisau yang tadinya dipegang korban.  Mendapat tusukan pada bagian dada, Hendra sempat mengejar RK yang lari ke rumah mertuanya (ibu korban). Hendra semakin kalap dan terus memburu pelaku RK yang kemudian lari ke rumah ibunya yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat kontrakannya.

Korban yang mengalami luka tusuk di bagian dada, akhirnya  pingsan. Orang tuanya yang tidak tahu kalau korban mengalami luka tusuk, membawanya ke Puskesmas. Namun pihak Puskesmas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mampang Prapatan.

“Lukanya kecil dibagian dada, tapi terjadi penggupalan darah karena tidak langsung mendapat penanganan medis, akibatnya korban tewas. Hasil visum menyatakan korban meninggal dunia akibat perlukaan,”jelas Sujarwo lagi.

Pelaku RK ditangkap petugas Reskrim (Reserse Kriminal) Polsek Mampang Prapatan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Kepada petugas RK mengaku perbuatannya itu untuk membela diri karena pemukulan yang dilakukan sang suami.

Ditambahkan kapolsek, atas perbutannya itu pelaku RK dijerat Pasal 351 ayat (3) KHUP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.(Laily/Ant/Jaya)