Gara- Gara Tutup Jalan Saat PSBB, Warga Mutiara Garuda Digugat Pengembang Rp 4 M

  • Whatsapp
Mutiara Garuda Digugat Pengembang
Lembaga Bantuan Hukum UMT

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM –  Gara-gara menutup jalan lingkungan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warga di Komplek Mutiara Garuda, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, digugat oleh pengembang. Gugatan itu dilakukan ke Pengadilan Negeri Tangerang

Permasalahan itu bermula dari  penutupan jalan yang dilakukan oleh para pedagang pasar lingkungan pada 31 Maret 2020 lalu. Karena penutupan itu mendapat dukungan dari warga Perum Mutiara Garuda, yang mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada pelaksanaan PSBB, pengembang perumahan PT. Indoglobal Adyapratama tidak terima dengan dalih penutupan jalan tersebut merugikan perputaran ekonomi yang ada di dalam perumahan.

Bacaan Lainnya

“Kami sebenarnya hanya melanjutkan penutupan yang sudah dilakukan oleh pihak pasar. Ini juga kami lakukan sebagai bentuk mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran  Covid-19,” kata Djamaludin koordinator Forum Perumahan Mutiara Garuda, Sabtu (20/6/2020). 

Dan sebelum penutupan jalan itu dilakukan oleh warga pada tanggal 5 April 2020, kata Djamaluddin, warga sudah musyawarah dengan pengembang yang dihadiri oleh unsur Muspika pada tanggal 2 April 2020 lalu.

Namun kenapa  pada 9 April 2020, pengembang minta kepada  warga untuk membuka jalan tersebut. Bahkan, tambahnya, pada tanggal 11 April pengembang  mensomasi warga dan somasi itu juga dilakukan lagi oleh pengembang pada  13 April 2020.

Namun kenapa somasi tersebut hanya ditujukan kepada empat orang warga. Padahal, katanya, penutupan jalan itu merupakan kesepakatan bersama. Selanjutnya pada 20 April 2020, warga diundang ke Kecamatan Teluk Naga untuk membahas permasalah tersebut.

Namun dalam pertemuan itu tidak membuahkan hasil, sehingga pada tanggal 5 Juni 2020, warga digugat secara materiil ke Pengadilan Negeri Tangerang, sebesar Rp 4 miliar. ” Gugatan ini tidak masuk akal, bahkan ada pernyataan dalam kemelud itu pengembang ingin menyita rumah yang sudah kami tempati puluhan tahun lalu,” tukasnya. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.