Gara-Gara Hutang di Kantin Tidak Dibayarkan, Kuli Bangunan Tega Habisi Temannya Dengan Palu

  • Whatsapp
Polsek pagedangan rilis kasus pembunuhan.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Aksi penganiayaan dilakukan oleh kuli bangunan bernama Iin Solihin (37). Dia, nekat menghabisi nyawa temannya menggunakan palu, karena dipicu soal hutang-piutang.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di salah satu Ruko yang sedang dibangun di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (23/10/2020).

Bacaan Lainnya

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, penganiayaan ini dipicu konflik piutang keduanya. Pelaku, bernama Iin Solihin (37) kesal terhadap korban Jang Deni Iksan (30) lantaran tidak melunasi hutang mereka berdua di kantin. 

“Pelaku menitipkan uang kepada korban untuk dibayarkan ke kantin. Ternyata enggak dibayar sama temennya. Otomatis enggak bisa ngutang lagi dong ke kantin. Si pelaku akhirnya pinjem duit ke orang lain untuk bayar bon di kantinya,” kata Kapolsek  melalui telepon selulernya, Sabtu (24/10/2020).

BACA JUGA: Ini Kronologi Kasus Pembunuhan Wanita Muda di Apartemen Habitat Tangerang

Karena itu, lanjut Efri, pelaku kesal terhadap korban. Setelah itu, pelaku kemudian takut dan merasa terancam lantaran korban mengantongi obeng.

“Kemudian dia pada saat hari itu jam istirahat si korban enggak pernah mengantongi obeng, ko tiba-tiba dia ini ngantongin obeng. Akhirnya, pelaku merasa ketakutan dan curiga. Pada saat curiga, tiba-tiba pelaku langsung ambil palu dan pukul kepala bagian belakangnya,” ungkap Efri.

Getokkan palu yang mendarat di kepala bagian belakang itu, membuat korban langsung terkapar dan becucuran darah. “Pelaku memukul korban yang jelas lebih dari satu kali. Saksi melihat pelaku memukul beberapa kali di bagian otak belakang, darahnya banyak banget keluar, bercucuran,” papar Efri.

Setelah digetok pakai palu, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Tetapi sayang, nyawanya tak tertolong. Kemudian, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi.

BACA JUGA: Mayat Perempuan di Dalam Kardus di Pondok Aren Ternyata Sudah Bersuami Siri

Efri menerangkan, hutang di kantin tersebut berjumlah Rp900 ribu. Keduanya, berstatus sebagai kuli tukang dan kenek tukang. Diketahui, keduanya merupakan teman dan tetanggaan di Sumedang.

Akibat perbuatannya, Iin Solihin dijerat dengan Pasal 338  subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.