Galian Tanah Desa Jeungjing Ditutup Satpol PP Kabupaten Tangerang

oleh -
Galian Tanah Desa Jeungjing Ditutup Satpol PP Kabupaten Tangerang
Ketua Tim Pengawas Satpol PP Kabupaten Tangerang, Rusnandar mengatakan, kegiatan penggalian tanah telah dihentikan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Tim Pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Banten menghentikan paksa aktivitas galian tanah ilegal yang diduga milik Kepala Desa (Kades) Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Rabu (25/5/2022).

Ketua Tim Pengawas Satpol PP Kabupaten Tangerang, Rusnandar mengatakan, kegiatan penggalian tanah telah dihentikan. Terbukti dengan tidak adanya satupun alat berat yang sedang melakukan aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

“Saya langsung melakukan pengecekan hari ini ke lokasi, galian sudah dihentikan,” ujar Rusnandar.

Rusnandar juga mengatakan, pihaknya tidak melakukan penyegelan pada lokasi tersebut dikarenakan Kades dan juga penanggung jawab aktivitas ilegal itu, bersikap koorporatif untuk menghentikan kegiatan penggalian tanah.

“Kami lakukan penutupan dengan cra persuasif, tidak disegel atau dipasang plang penutupan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kades Jeungjing Disebut Penanggungjawab Galian Tanah Ilegal

Sementara itu, Kades Jeungjing, Nurlaela mengaku aktivitas ilegal itu telah dihentikan sejak Sabtu (21/5/2022). Namun Nurlaela tetap berdalih lahan yang digali itu untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian warga sekitar.

“Dari awalnya memang ini bukan galian tapi pemanfaatan lahan tidur,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga bernama Muhidin (60) mengaku tidak mengetahui galian tanah itu untuk dijadikan lahan pertanian. Justru dia mempertanyakan aktivitas penggalian tanah di lahan milik orang lain yang selama puluhan tahun dibiarkan terbengkalai.

“Saya aja tidak tau kalau itu untuk lahan pertanian, takutnya itu tanah milik orang lain, kalau dibawa atau dijual urusannya dipenjara,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan Redaksi24.com, hingga Senin (23/5/2022) aktivitas galian tanah masih berjalan. Menurut keterangan penanggung jawab galian tanah, Heru mengungkap, penggalian tanah sedalam 50 Hinggan 70 senti meter akan diselesaikan pada hari itu, karenakan ada instruksi penutupan.

“Penggalian hanya sampai hari ini, tadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan dan Kades di DPRD Kabupaten Tangerang instruksinya harus tutup,” tandasnya.(Deri/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.