Forkopimda Kota Cilegon Bahas Persiapan Penerapan New Normal

  • Whatsapp
Forkopimda kota cilegon
Forkopimda Kota Cilegon menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi new normal covid-19.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar apel bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempersiapkan penerapan tatanan hidup baru atau new normal di daerah berjuluk kota baja itu.

“Apel kesiapan untuk menerapkan protokol kesehatan atau mendisiplinkan masyarakat agar tetap melaksanakan kegiatan protokol kesehatan sesuai yang dicanangkan pemerintah,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana, Senin (1/5/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Yudhis, meskipun new normal hanya dilakukan untuk wilayah provinsi, kota dan kabupaten yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun diterapkan di Kota Cilegon guna penyeimbang untuk mendisiplinkan masyarakat agar melakukan protokol kesehatan.

“Terutama yang menjadi titik sasaran kami itu di mall, pasar dan tempat berkumpulnya masyarakat. Supaya masyarakat tidak terjangkit wabah Covid-19,” katanya.

Ia juga mengatakan, perekonomian harus tetap bergulir dan berputar. Selain itu, dirinya juga berharap dengan adanya apel kesiapan menyambut new normal tersebut harus ada action yang ditampakkan kepada masyarakat dan dirasakan masyarakat.

“Sehingga, lambat laun dengan adanya kegiatan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon ini bisa mewujudkan apa yang dicanangkan pemerintah yaitu masyarakat yang disiplin untuk melakukan protokol pemeriksaan yaitu yang dinamakan new normal,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, selama tetap menjaga protokol kesehatan, masyarakat bisa terhindar dari wabah Covid-19. Selain itu, ia juga mengaku tengah menerapkan maklumat Kapolri sejak 2 bulan lalu di pusat perbelanjaan.

“Kalau protokol jual beli yang ada di pasar sudah 2 bulan berlaku. Penjual memakai masker, memakai sarung tangan, dan menyiapkan hand sanitizer, atau antiseptik lainnya. Karena virus bisa menular malalui uang,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya mengamankan penjual supaya tidak terjangkit Covid-19. Harus menerapkan seluruh protokol jual beli dan tidak ada sentuhan langsung penjual dengan pembeli, seperti dengan menggunakan alat bantu keranjang dan lain-lain.

“Demikian juga physical distancing antara penjual dengan penjual lainnya, sudah lama kami terapkan, Namun namanya masyarakat tentu ada yang melaksanakan dan ada yang tidak,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan adanya konsensus seperti ini masyarakat betul-betul menerapkan protokol kesehatan di pasar. “Kami harap betul-betul diterapkan dan dirasakan masyarakat. Karena sudah 22 PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal, dan mengarah ke Covid-19,” tutupnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.