Forja Jurnalis Kabupaten Tangerang Sebut Pernyataan Kades Wanakerta Tak Mencerminkan Seorang Pejabat

oleh -
Forja Jurnalis Kabupaten Tangerang Sebut Pernyataan Kades Wanakerta Tak Mencerminkan Seorang Pejabat

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Pernyataan Kades Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang Tumpang Sugian yang tersebar di sejumlah grup whatsapp juga ditanggapi Ketua Forum Kerja (Forja) Jurnalis Kabupaten Tangerang Alfian Herianto. Menurut Alfian, pernyataan oknum kades tersebut itu yang mengatakan jika Kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10 bukan kades kaleng-kaleng, tapi kepala desa baja full, baja asli Krakatau steel, wartawan LSM lewat, mau 50 ribu dikasihin amplop silahkan, kalau tidak saya tunjuk ketika saya lagi didik di Pusdikif Cimahi Bandung, jangan macam-macam LSM dan wartawan ke LTS,  tidak mencerminkan sebagai pejabat publik dan tidak memiliki etika.

BACA JUGA: Dianggap Lecehkan Profesi Wartawan, PWI Kabupaten Tangerang Kecam Pernyataan Kades Wanakerta

“Menurut saya oknum kades tersebut tidak beretika dan tidak mencerminkan sebagai pejabat publik, ketika merendahkan profesi seseorang.Kami yang merupakan bagian dari wartawan merasa sangat direndahkan dengan pernyataan Kades Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya itu,” tegas Alfian Herianto kepada awak media, Minggu (6/3/2022).

BACA JUGA: Puluhan Kades Kabupaten Tangerang ‘Diberondong’ Senapan di Cimahi 

Menurut Alfian sudah sewajarnya, Bupati Tangerang melalui Kepala  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) harus memberikan teguran keras kepada  Kades Wanakerta atas pernyataannya yang viral tersebut. Karena pernyataan kades tersebut sangat melecehkan dan merendahkan profesi wartawan termasuk LSM sebagai mitra pemerintah.

BACA JUGA: Ini Langkah Pemkab dan DPRD Kabupaten Tangerang Untuk Memulihkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

“Seharusnya sebagai pejabat publik, cukup fokus untuk menjalankan program kerja demi kepentingan masyarakat. Kami berharap, DPMPD memberikan teguran terhadap Kades Wanakerta atas pernyataannya itu,” harap Alfian.

Sebelumnya beredar voice note dari LTS di sejumlah grup whatsapp. Dalam voice note tersebut LTS mengatakan jika Kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10 bukan kades kaleng-kaleng, tapi kepala desa baja full, baja asli Krakatau steel, wartawan LSM lewat, mau 50 ribu dikasihin amplop silahkan, kalau tidak saya tunjuk ketika saya lagi didik di Pusdikif Cimahi Bandung, jangan macam-macam LSM dan wartawan ke LTS. Hal tersebut diungkapkan LTS usai dirinya mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar DPMPD Kabupaten Tangerang di Pusdikif, Cimahi, Bandung. 

Setelah hal tersebut menjadi viral dan LTS mendapatkan protes dari sejumlah pihak khususnya dari wartawan dan LSM. LTS pun membuat voice note permintaan maaf yang berisi Assalamualaikum wr.wb saya atas nama kepala desa wanakerta, tumpang sugian jika saya termasuknya berbicara demikian dianggap salah, atas nama pribadi Lurah Tumpang Sugian mohon maaf sebesar-besarnya, terimakasih mohon maaf.(Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.