Erick Thohir Sebar 50 Ribu Seragam SD di Solear Kabupaten Tangerang

oleh -
Erick Thohir Sebar 50 Ribu Seragam SD di Solear Kabupaten Tangerang menteri BUMN desa cikuya
Kepala Desa (Kades) Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Ade Sapei yang mendampingi Erick Thohir mengatakan, selain seragam, Menteri BUMN juga menyerahkan bantuan rak buku berikut buku untuk taman baca.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan di SDN 3 Cikuya serta meninjau lokasi wisata tebing Koja di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/9/2021).

Dalam kunjungan yang dikawal aparat gabungan serta protokoler yang ketat itu, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bantuan seragam sekolah sebanyak 50 ribu seragam untuk 10 SDN yang ada di Desa Cikuya dan sekitarnya.

Kepala Desa (Kades) Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Ade Sapei yang mendampingi Erick Thohir mengatakan, selain seragam, Menteri BUMN juga menyerahkan bantuan rak buku berikut buku untuk taman baca.

Selain itu, lanjut Ade, Menteri BUMN juga meninjau lokasi Wisata Tebing Koja dan berdialog dengan beberapa pelaku usaha UMKM yang ada di lokasi wisata. Erick Thohir juga memberikan bantuan dana untuk pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang.

BACA JUGA: TPU Kirana Solear Kabupaten Tangerang Kumuh Tak Terawat

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear disambangi Menteri BUMN Pak Erick Thohir, orangnya baik dan ramah, beliau memberikan sejumlah bantuan seragam sekolah dasar termasuk bantuan pembangunan jembatan penghubung antara dua daerah,” ungkap Ade Sapei usai acara, Minggu (12/9/2021).

Jembatan yang akan dibangun Menteri BUMN melalui CSR BRI Peduli yaitu jembatan penghubung antara Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang dengan Kampung Kabayan, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten.

Sementara itu, Hartati warga Cikuya berdialog langsung dengan Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dia sangat berharap dibangunnya jembatan penghubung antara dua daerah itu. Pasalnya jembatan merupakan akses warga antara dua daerah, khususnya akses untuk anak-anak ke sekolah.

“Selama ini anak-anak harus menyeberang menggunakan perahu rakit atau getek,” ungkap Hartati.

Namun sedihnya, lanjut Hartati, jika banjir datang, warga maupun anak sekolah terpaksa harus ambil jalan alternatif dengan jarak yang cukup jauh sekitar 12 kilometer.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.