Enam Orang Pendemo Yang Lakukan Penyerangan Dan Pengrusakan Mobil Polisi di Batuceper Ditangkap

  • Whatsapp
Uu ciptaker
Polres Metro Tangerang gelar kasus pengrusakan saat demo UU Ciptaker.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Enam orang yang terlibat kericuhan di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, diamankan jajaran Polres Metro Tangerang. Mereka diduga melakukan pelemparan kepada petugas hingga membakar mobil polisi. 

Aksi pengrusakan itu terjadi pada saat ratusan orang yang tergabung dari Mahasiswa, Buruh, dan Pelajar hendak bertolak ke Jakarta. Karena mendapat penghadangan dari aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang pada Kamis, 8 Oktober 2020, mereka melakukan perlawanan, sehingga pihak kepolisian akhirnya membuka blokade dan mengizinkan mereka melanjutkan perjalannya  ke Jakarta. 

Bacaan Lainnya

Saat itu, beberapa polisi terluka akibat lemparan batu. Bahkan Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Sugeng Haryanto terkena lemparan yang menyebabkan luka di bagian hidung.  

Beberapa fasilitas umum dirusak. Bahkan mobil polisi yang ikut mengamankan dibakar. Akibat kejadian itu pihak Kepolisian menangkap lima orang yang diduga menjadi pelaku pengrusakan dan penyerangan. 

BACA JUGA: Ribuan Massa Yang Tolak UU Ciptaker ke DPR RI Bentrok Dengan Petugas di Perbatasan Tangerang

“Kita sudah mengamankan enam orang yang diduga melakukan kerusuhan dan pengrusakan di Batuceper,” kata Kapolres Metro Tangerang, Rabu (14/10/2020). 

Kapolres merinci, keenam orang tersebut adalah, EBP, DB, MTS, MS, S dan MI. Mereka memiliki peran yang sama dalam pengrusakan itu. “Mereka juga melempar petugas kami dengan batu dan botol,” kata Kapolres. 

Dia menerangkan dari keenam orang tersebut saat melakukan aksi dalam kondisi normal dan tidak dalam pengaruh minuman beralkohol. “Empat orang diantaranya berstatus pelajar satu buruh dan satu pengangguran. Sementara ini yang kami amankan,” ujarnya. 

BACA JUGA: Sebanyak 59 Orang Yang Akan Demo Ke Jakarta Diamankan Polisi, Diantara Mereka Membawa Gunting, Ketapel, dan Tembakau Gorila

Menurut dia sampai saat ini pihaknya juga masih melakukan pendalaman. Kapolres menyebut belum menemukan adanya dugaan pendanaan dalam aksi tersebut. 

Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal berlapis, Yaitu Pasal 170 KUHP dan Pasal 212 junto 213 KUHP tentang penyerangan dan pengrusakan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Iqbal/Aan). 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.