Enam Manusia Silver Diamankan Dinsos dan Satpol PP Tangsel

oleh -
manusia silver tangsel
Manusia Silver yang diamankan Dinsos dan Satpol PP Tangsel. /Istimewa

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM—Sebanyak enam manusia silver diamankan Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan di ruas jalan Bunderan Maruga Ciputat, Tangerang Selatan. Mereka diamankan atas adanya laporan dari sejumlah masyarakat pengguna jalan yang merasa resah atas aktivitas manusia silver tersebut.

“Atas adanya laporan masyarakat makanya kita amankan.  Mereka kita amankan agar bisa diberdayakan lagian memakai cat di badan  mereka berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Kasie Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Tangerang Selatan, Taufik Wahidin, Sabtu (9/11/2019).

Taufik menjelaskan aktivitas manusia silver ini diangap meresahkan dengan meminta-minta dengan dalih sumbangan untuk sebuah yayasan.

“Ditulis dalam kta memang untuk yayasan, namun kenyataannya uang yang didapat untuk kepentingan pribadi. Tidak mungkin disetor ke yayasan,” jelas Taufik.

Setelah didata ucap Taufik. Berdasarkan hasil pendataan, keenam manusia silver bukan merupakan warga Tangerang Selatan. Mereka mengaku melakukan karena desakan ekonomi.

“Kita bawa ke Dinas Sosial untuk pendataan. Namun karena kita belum punya panti rehabilitasi untuk anak punk dan anak silver, akhirnya mereka hanya didata, dicatat, dan dipulangkan  dan dimintai untuk tidak kembali melakukan aktifitasnya lagi,” katanya.

BACA JUGA:

Jelang Perubahan Cuaca, Warga Tangsel Diminta Waspada Pohon Tumbang

Sementara itu Kepala Dinsos, Wahyunoto Lukman menambahkan, bila para manusia silver ini masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraa Sosial (PMKS)  maka pihaknya siap memberikan fasilitas untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Namun bila tidak masuk dalam kategori PMKS maka Dinsos akan menyerahkannya kepada pihak Satpol PP untuk kemudian diberikan peringatan.

“Dinas sosial siap terima untuk pemenuhan kebutuhan dasar apabila ada manusia silver yang kategori PMKS seperti anak jalanan, anak terlantar, atau gelandangan, dan pengemis. Namun  bila tidak termasuk PMKS maka mereka didata lalu diberi peringatan oleh Satpol PP,” pungkasnya.(Hdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *