Empat Tersangka Kasus Ilegal Mining Dibekuk Sat Reskrim Polres Lebak

  • Whatsapp
Polres Lebak

KABUPATEN LEBAK,REDAKSI24.COM – Sat Reskrim Polres Lebak berhasil mengungkap 3 kasus illegal mining atau pertambangan ilegal tidak berizin yang nekat beroperasi di wilayah Kabupaten  Lebak.  Dari 3 kasus tersebut,  sebanyak 4 tersangka yang berinisial D, R,  BP, dan RK berhasil diamankan. 

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma  menjelaskan,  3 kasus tersebut terdiri dari kasus pertambangan ilegal emas atau PETI di Blok Cibareno Kampung Ciawi, Desa Cikadu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak yang melibatkan tersangka D  dan R.

Bacaan Lainnya

Dan dua kasus pertambangan ilegal pasir yang masing-masing  beroperasi di Kampung Ciluluk, Desa Keusik, dan Kampung Cikaemanggu,  Desa Tamansari,  Kecamatan Banjarsari,  Kabupaten Lebak yang melibatkan tersangka BP dan RK. 

“Kasus pertambangan ilegal ini berhasil terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat  dan tindak lanjut dari penyegelan tambang yang sebelumnya dilakukan oleh Satpol-PP  Lebak, ” kata David saat menggelar press realese di Mapolres Lebak,  Senin (28/12/2020).

David mengungkapkan, dari ketiga kasus tersebut pihaknya  berhasil mengamankan barang bukti berupa 130 karung bahan baku mineral logam emas, 1 buah tabung gas LPG ukuran 3 Kg yang digunakan untuk proses pemanasan hasil olahan logam emas dalam proses pemurnian logam emas, dua unit excavator yang digunakan untuk operasional tambang pasir, serta barang bukti lainnya. 

Dikatakanya, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya tersangka D dan R yang terlibat kasus pertambangan emas ilegal terancam terjerat pasal 161 UU RI No 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman 10 tahun penjara. Sementara,  tersangka BP dan RK dikenakan pasal 158 UU RI No.3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 5 Tahun penjara.

“Untuk kasus PETI saat ini sudah masuk ke tahap dua, sementara kasus pertambangan pasir ilegal baru masuk tahap satu, ” ujar David. 

Sementara itu, Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Ade Mulyana menghimbau kepada  masyarakat Kabupaten  Lebak agar tidak melakukan aktivitas penambangan liar atau PETI dan apabila ada yang   melanggar akan langsung ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. 

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak melakukan penambangan liar atau tanpa ijin dan  untuk menghentikan semua aktivitas penambangan tanpa ijin di wilayah Kabupaten Lebak karena Wilayah Kabupaten Lebak rawan bencana tanah longsor dan apabila ada yang melanggar akan kami tindak tegas,” tegas Kapolres Lebak. (Yusuf/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.