Empat Kasus Kejahatan Seksual Diungkap Polresta Tangerang

  • Whatsapp
Polresta Tangerang gelar kasus kejahatan seksual.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Polresta Tangerang melalui Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengungkap 4 kasus kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak. Dari empat kasus tersebut polisi mengamankan lima orang tersangka berinisial A, M, A, I, dan HS. 

Untuk melampiaskan hasrat seksualnya, berbagai macam modus digunakan oleh para tersangka untuk memperdaya korbannya. Ironisnya lagi, para predator anak ini rata-rata adalah orang terdekat korban mulai dari tetangga, pacar, hingga ayah kandung korban. 

Bacaan Lainnya

Dalam gelar perkara di Mapolresta Tangerang, pada Kamis (5/11/2020), satu persatu modus para pelaku pun diungkap. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada awak media mengungkapkan, untuk kasus yang pertama terjadi pada pertengahan Juli 2020 lalu dengan TKP di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Dengan motif menjalin hubungan atau pacaran, tersangka A melakukan bujuk rayu kepada korbannya yang masih berusia 15 tahun agar mau melakukan persetubuhan. Usai digagahi, korban yang masih dibawah umur itu juga mengaku diancam supaya tidak menceritakan perbuatan bejadnya kepada siapapun. 

BACA JUGA: Komnas PA Minta Pelaku Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Tangsel Dikebiri

“Yang pertama motifnya pacaran ini terjadi pada Juli lalu sekira jam 23.00 Wib di rumah korban. Tersangka A menyetubuhi korban dengan merayu dan mengatakan, tenang aja gak bakal kenapa-kenapa kalo hamil gua tanggung jawab,” terang Ade 

Kasus kedua, lanjut Ade, terjadi terjadi pada Agustus 2020 lalu di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti. Dua tersangka yang berstatus duda yakni M dan A terbukti telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang masih berusia 15 tahun. Dengan modus mengiming-imingi uang sebesar Rp50 ribu rupiah, kedua tersangka secara bergantian menyetubuhi korban sebanyak dua kali.

“Sebelum melakukan persetubuhan dan karena mereka bertetangga korban juga sering dikasih uang jajan. Korban diimingi-imingi uang dan diajak ke rumah tersangka,” ujar Ade 

Ade melanjutkan, kasus ketiga terjadi di wilayah Kecamatan mauk, Kabupaten Tangerang, sekitar Agustus 2020 lalu. Tersangka J (54) berhasil memperdaya korbannya yang berusia 21 tahun dengan berpura-pura menjadi seorang paranormal. 

Dengan bujuk rayu bisa membaca garis tangan korban, tersangka mengatakan jika tidak mau menuruti keinginannya korban tidak akan mendapat jodoh. Tak sadar telah ditipu akhirnya korban menuruti keinginan tersangka untuk berbuat mesum di sebuah perkebunan. 

“Akhirnya tersangka melakukan perbuatan cabul dengan caranya sendiri di kebun pada malam hari sekitar jam 20.00 Wib,” ulasnya.

BACA JUGA: Ditinggal Cerai, Seorang Ayah di Kabupaten Tangerang Tega Perkosa Anak Hingga Hamil

Kasus terakhir, terjadi di Desa Karang Harja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Juli 2020 lalu. Korbannya adalah dua anak perempuan berusia 7 dan 4 tahun yang dicabuli oleh HS yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Motifnya, tersangka yang telah berpisah dengan istrinya usai ditinggal bekerja ke luar negeri, tak kuat menahan nafsu birahinya hingga nekat melampiaskannya kepada kedua putrinya. 

“Kedua korban tinggal bersama bapaknya kemudian saat itu istrinya sedang bekerja di luar negeri keduanya dicabuli Masing-masing sekali,” tutur Ade 

Ade menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya   para tersangka akan dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang Tentang Perlindungan Anak dan pasal 289 tentang perbuatan cabul dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.