Emas Habis, Ratusan Pekerja Tambang PT CSD Pandeglang Di-PHK

  • Whatsapp
tambang emas pandeglang
PT CSD tutup, ratusan karyawan pertambangan emas di Cibaliung, Pandeglang, Banten, bersiap menerima PHK.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 650 karyawan dari anak perusahaan Aneka Tambang (Antam), PT Cibaliung Sumber Daya (CSD) di Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten harus menderima kenyataan pahit. Mereka harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran cadangan emas di perusahaan tambang tersebut diklaim sudah habis.

Ditemui di Pandeglang, Human Capital Coorporat Sosial Responsibility Generan Affair dan Security Manager PT CSD, Gemi Sesariana mengatakan, PHK terhadap ratusan karyawan tersebut, karena kegiatan tambang emas di perusahaan tersebut akan dihentikan, lantaran sumber emas di pertambangan itu sudah habis.

Bacaan Lainnya

“Operasi tambang emas di perusahaan sudah dihentikan. Karena cadangan emas di lokasi tambang sudah habis, jadi tidak ada explorasi,” ungkapnya, Selasa (21/7/2020).

Lanjut dia, sekarang ini perusahaan plat merah tersebut tengah melakukan reklamasi dan rehabilitasi. Ditegaskannya, PHK terhadap ratusan karyawannya tidak berkaitan dengan pengaruh dampak covid-19.

“Gelombang PHK terhadap karyawan akan berlangsung dari bulan Agustus hingga September. Karena aktivitasnya akan berakhir di bulan Agustus 2020 nanti,” katanya.

BACA JUGA: Satu Bapaslon Jalur Perseorangan Mundur dari Pilkada Pandeglang 2020

Menurutnya, mayoritas karyawan di underground aktivitasnya di bawah tanah penambang. Maka ketika cadangan emas yang ditambang sudah habis, tentu tidak ada aktivitas lagi, sehingga dilakukan PHK bagi para karyawan.

“Karyawan yang di-PHK ada sebanyak 650 orang, terdiri dari karyawan tetap, outsourching dan karyawan kontrak. Proses PHK terhadap karyawan itu akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Saat ditanya apakah PHK terhadap ratusan karyawan tersebut sudah diketahui Disnaker Pandeglang, Gemi mengaku, sejauh ini pihak perusahaan dalam pengurangan tenaga kerja selalu berkoordinasi dengan Disnaker Pandeglang dan Provinsi Banten.

“Namun kami juga butuh anggaran yang cukup besar untuk menyelesaikan proses PHK terhadap karyawan. Makanya proses PHK itu dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

BACA JUGA: Bawaslu RI Sebut Pilkada Pandeglang Rawan Mobilisasi ASN

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Pandeglang, Sukari Miharja mengatakan, pihaknya sudah mengetahui akan adanya PHK besar-besaran terhadap karyawan PT CSD. Namun, kata dia, saat ini belum seluruhnya dilakukan, karena masih menunggu evaluasi hingga bulan Agustus.

“Kami menekankan kepada PT CSD untuk memberikan hak-hak karyawan yang di-PHK itu,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.