Ekspor Batik Meroket Saat Pandemi, Menperin: Ini Fenomena Unik

  • Whatsapp
Menperin Agus Gumiwang menyebut ekspor batik meroket saat pandemi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat, menyebut fenomena unik dimana ekspor batik meroket di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Menperin (Menteri Perindustrian) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut ekspor batik meroket di saat pandemi Covid-19  dengan nilai mencapai  21,54 juta dolar AS pada periode Januari – Juli 2020.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor jenis sandang ini pada rentang Januari-Juli 2019  lalu sebesar  17,99 juta dolar AS, sehingga dibanding tahun ini nilainya meroket cukup signifikan. Tujuan ekspornya  terutama pasar negara Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Bacaan Lainnya

“Fenomena yang cukup unik, karena pasar ekspornya bisa meningkat di saat masa pandemi Covid-19 ini,”ujar Menperin Agus Gumiwang saat menghadiri peresmian Rangkaian Kegiatan Hari Batik Nasional 2020 bertajuk Kreasi Tiada Henti secara virtual di Jakarta, Jumat.

Kata Menperin, usaha membuka pasar-pasar baru tingkat global diharapkan bisa membantu kembali menggairahkan kinerja industri sandang khas nasional ini sekaligus semakin memperkenalkan batik Indonesia.

Menurut Agus Gumiwang, melihat kondisi yang ada selain merupakan warisan budaya, ternyata kain khas Nusantara ini juga merupakan komoditi industri yang cukup penting.

Industri batik, lanjut dia, dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industri lainnya, serta kecepatan penetrasi pasar.

“Kemenperin terus berupaya melestarikan serta mendorong pengembangan industri batik nasional agar lebih berdaya saing global,” ujar Agus Gumiwang.

Menperin menambahkan industri kain tersebut juga telah berperan besar dalam menyumbang devisa negara.

Data di Kemenperin menyebutkan, saat ini industri batik tercatat mencapai 47.000 unit yang tersebar di 101 sentra serta menyerap tenaga kerja lebih dari 200.000 orang.(Sella/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.