Ekonomi Provinsi Banten Diprediksi Cuma Tumbuh 1,5 Persen

  • Whatsapp
ekonomi banten
Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi DPRD Banten terkait APBD Perubahan 2020.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menargetkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Provinsi Banten pada APBD Perubahan tahun 2020 mencapai 0,5-1,5 persen. Angka tersebut dianggap cukup rasional dengan berbagai asumsi, seperti rasio Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berpotensi menurunkan perekonomian dan perdagangan global.

Selain itu, pertumbuhan negatif juga terjadi pada mitra utama dagang Banten, seperti Amerika Serikat (AS) yang mengalami minus 3,7 persen, Jepang minus 5,1 persen, Eropa minus 6,1 persen, sementara untuk Singapura kini sedang berada pada zona resesi pertumbuhan ekonomi mencapai minus 41,2 persen.

Bacaan Lainnya

“Industri pengolahan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Banten hanya tumbuh sebesar 0,37 persen Year on Year (YoY), angka ini mengalami perlambatan bahkan bisa terjadi penurunan,” kata WH pada sidang paripurna DPRD Banten terkait jawaban Gubernur Banten berkenaan dengan pemandangan fraksi, Kamis (30/7/2020).

WH melanjutkan, untuk pengeluaran rumah tangga hanya tumbuh 4,19 persen (YoY), angka ini menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,23 persen (YoY). Selanjutnya, tambah WH, ekspor kita juga mengalami pelambatan sebesar 1,10 persen (YoY), sedangkan untuk investasi juga menurun sebesar 3,63 persen. Sementara itu untuk konsumsi pemerintah hanya mampu menyerap 0,47 persen (YoY).

BACA JUGA: Dewan Nilai Gubernur Banten Lemah Dalam Perencanaan Anggaran

“Pemprov Banten terus berupaya agar LPE tetap tumbuh positif sesuai dengan capaian yang kami targetkan dengan cara mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, perbaikan ekspektasi masyarakat terkait upaya penanggulangan Covid-19 secara bersungguh-sungguh, penyaluran dana Bansos dan peningkatan realisasi belanja APBD,” jelasnya.

Diakui WH, berdasarkan proyeksi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten dalam laporan perekonomiannya pada bulan Mei 2020 menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan kedua tahun 2020 diproyeksikan antara minus 1,2 persen sampai minus 0,8 persen. Sedangkan pada triwulan ketiga diperkirakan sebesar 1,0 persen sampai 1,4 persen.

Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan LPE Indonesia akan mengalami pertumbuhan minus 1 persen. “Sehingga target LPE pada APBD perubahan 2020 sebesar 0,5 persen sampai 1,5 persen itu saya rasa sudah cukup rasional,” ujarnya.

Mantan Walikota Tangerang dua periode ini menjelaskan, melambatnya perekonomian Banten sejak triwulan pertama itu juga dipengaruhi oleh rendahnya penyerapan tenaga kerja karena dampak dari Pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pemprov Banten tak Punya Anggaran Salurkan Jaring Pengaman Sosial

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja terjadi sejak bulan Februari 2020 yang mencapai 66,19 persen, jika dibandingkan dengan Februari 2019 sebesar 64,46 persen. Sehingga terjadi peningkatan jumlah angka pengangguran menjadi 489,2 ribu orang di Februari 2020 dari sebelumnya hanya 465,8 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten pada Februari 2020 menjadi 8,01 persen, naik bila dibandingkan dengan Februari 2019 yang mencapai 7,58 persen. Tingginya TPT tersebut paling banyak disumbang dari lulusan SMA/SMK seiring dengan pergeseran kualifikasi permintaan tenaga kerja menjadi pendidikan tinggi, seiring sifat industri di Provinsi Banten yang cenderung padat modal.

“Pemprov Banten menyiasatinya dengan program padat karya pada kegiatan pemerintah, guna mendorong penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih bersifat padat karya baik di industri pengolahan maupun yang lainnya,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.