Ekaprasatya Pancakarsa

  • Whatsapp
Pancasila
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Dr.H Ismatullah, M.Pd.

Oleh: Dr.H Ismatullah, M.Pd

Pemikiran M Yamin, Soepomo dan Ir Soekarno mendominasi Pancasila yang kita sepakati menjadi dasar negara. Sekalipun banyak tokoh lainnya yang ikut menyempurnakannya, tokoh pribumi dan orang Jepang.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Jepang, menutup penjajahan Belanda di Indonesia sekalipun, Kalimantan, Irian dan Timor terbelah pada Inggris, Belanda dan Portugis. Indonesia secara mayoritas tetap bersatu padu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, Sulawesi, Maluku, Irian Barat, Bali, NTB dan NTT, Kepulauan Riau.

Bila kita telusuri sejarah penyusunan dasar negara oleh BPUPKI dan PPKI, memang benar pengungkapan kata PANCASILA pada 1 Juni oleh Ir Soekarno saat pidato dan usulan tertulisnya. Namun Pancasila yang sekarang tersusun rapih hasil karya banyak tokoh yang turut merumuskannya. Terima kasih kami ucapkan kepada para tokoh pendiri bangsa semoga jasamu membawa bangsa ini rukun dan damai serta adil makmur dan sejahtera.

NKRI dan Pancasila telah mengalami ujian yang maha berat, ketika agresi Belanda datang kembali ke bumi Indonesia, ketika sekutu membom Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom sehingga Jepang bertekuk lutut menyerah dan melepaskan semua jajahannya, dalam upaya melucuti senjata Jepang didahului dengan perang laut di Selat Sunda antara Armada laut sekutu (Belanda, Amerika, Inggris dan Australia) dengan armada Jepang yang berpengalaman dan menguasai medan pertempuran.

Akhirnya Jepang jadi pemenang, semua armada sekutu ditenggelamkan dan yang lainnya meyelamatkan diri di Singapura, Filipina dan Australia. Tetapi kemenangan itu tak berarti ketika Kaisar Jepang mengakui kekalahannya kepada sekutu. Dan yang menarik serta jadi pembelajarqn buat kita adalah, pertanyaan sang Kaisar Hirohito “Berapa guru yang tersisa”, ¬†Jepang berhasil bangkit dan menjadi negara maju sampai saat ini.

Pada hari lahir Pancasila ini, mari kita tanyakan, berapa guru yang ada saat ini di Indonesia? Dimasa pandemi covid-19 ini, ayo kita bangun kehidupan baru dengan tekad yang kuat, singsingkan lengan baju anda, luruskan niat anda, kita songsong masa depan bangsa, dengan menyingkirkan kerikil kerikil tajam, mengubur sejarah kelam, menghancurkan benih-benih perpecahan bangsa.

Kita persempit perbedaan, kita himpit ruang gerak pemecah persatuan bangsa, kita beri kesempatan seluas-luasnya untuk para generasi muda bangsa berkiprah memajukan Indonesia tercinta menyelesaikan era 4.0 menuju 5.0. Indonesia emas 2025-2045, bonus demografi menjadi modal untuk menyebarkan SDM unggul Indonesia di dalam dan luar negeri, bukan sebaliknya, kita terjajah kembali, kuping yang dipotong saat utusan Kubilai Khan datang ke Nusantara, memberi sinyal, dengar, dengar dan dengarkan kami raja nusantara menolak bangsa manapun yang akan mengoyak-ngoyak negeri ini. Sumpah Palapa cukup untuk mengingatkan kita kembali untuk menjaga wibawa dan kejayaan NKRI.(*)

*Penulis adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.