Efendi, Manusia Gerobak Pandeglang, Memulung Sambil Ngemong Anak

oleh -
pemulung
Efendi bersama putri kecilnya meneluuri Jalan Raya Pandeglang untuk mencari barang bekas yang masih bisa dijual.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Efendi (68) warga Mengger, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten mencari nafkah dengan memulung barang bekas, sambil membawa anak kecilnya yang masih berusia sekitar 5 tahun di dalam gerobak.

Efendi, merupakan seorang ayah dari empat anak, rela melawan panas terik matahari dan menempuh jarak puluhan kilo meter, untuk mencari barang bekas di pusat Kota Pandeglang.

Tuntutan kebutuhan hidup memaksa Efendi untuk mengajak puterinya mencari nafkah menyusuri sepanjang jalan Kota Pandeglang. “Sambil ngemong anak,” imbuhnya saat ditemui di Ralan Raya depan Gedung DPRD Pandeglang, Senin (4/11/2019).

Dia mencari plastik, kardus dan barang bekas lainnya yang masih bisa dijual kembali. Dari pagi hingga sore hari, bahkan pulang malam, Efendi hanya menghasilkan uang sebesar Rp 25 ribu hingga Rp40 ribu.

BACA JUGA:

. Ribuan Warga Miskin Kota Serang Dapat Dana Jamsosratu

. Rumah Warga Miskin di Pandeglang Ditempeli Stiker

. Tak Punya Rumah, Kakek di Pandeglang 2 Tahun Tinggal di Gubuk

Meski penghasilan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dia tetap gigih dan semangat bekerja untuk menafkahi anak istrinya. Efendi, terpaksa mengajak anaknya yang masih kecil itu untuk ikut mencari barang bekas, karena tidak ada yang membantu menjaganya di rumah.

Anak-anaknya yang lain tidak ada di rumah, tapi di luar Pandeglang. Sementara, istrinya Efendi bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Akhirnya setiap hari ia harus membawa putri kecilnya untuk mencari barang bekas.

“Karena di rumah tidak ada yang mengasuh, akhirnya  diajak memulung. Lagipula saya tidak berani menitipkan anak pada orang lain, maka saya bawa anak saya meskipun saat ini kondisi kesehatannya kurang baik,” ungkap Efendi.

pemulung
Dalam sehari semalam, Efendi hanya menghasilkan uang sebesar Rp25 ribu sampai Rp40 Ribu.

Diakuinya, jarak tempuh yang dilalui setiap harinya untuk mencari barang bekas itu cukup jauh, bahkan bisa puluhan kilo. Meski hasil yang didapatnya tidak terlalu besar, namun cukup disyukurinya. Karena tidak ada pelerjaan lain yang bisa dilakukannya selain memulung barang bekas untuk dijual kembali.

“Kalau bicara cukup dan tidaknya, ya bisa dibilang tidak cukup. Namun saya tetap bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada saya,” ujarnya.

Efendi, punya harapan besar agar bisa menyekolahkan anak-anaknya. Susah payah mencari nafkah yang dilakoninya setiap hari, semata hanya untuk kebahagiaan dan kehidupan anak dan istrinya.

“Kalau gerobak ini penuh, saya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 40 ribu. Tapi jika tidak, paling sekitar Rp 25 ribu,” imbuh Efendi. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *