Edukasi Warga, Kammi Cilegon Bentuk Satgas Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi PDP Covid-19.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) membentuk Satgas Covid-19 untuk menggalang donasi guna membantu warga dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Kammi juga akan mengedukasi warga tentang cara menangkal virus corona.

Ketua KAMMI Daerah Cilegon, Faqih Saepurohman mengatakan, Satgas Covid-19 sebagai upaya membantu penanggulangan wabah corona, baik membantu tenaga medis atau warga yang terdampak langsung akibat wabah.

Bacaan Lainnya

Caranya, kata dia, dengan membagikan masker dan hand sanitizer, serta mengedukasi warga mengenai pencegahan penyebaran covid-19.

“Di pusat sudah terbentuk, secepatnya seluruh daerah juga membentuk Satgas Kammi Covid-19, termasuk di Cilegon,” katanya.

Menurut dia, Cilegon merupakan jalur perlintasan Jawa dan Sumatera cukup rawan terkena dampak penyebaran Covid-19. Karena memungkinkan banyak orang berdatangan dari kawasan zona merah Covid-19 ke kota baja ini.

“Karena itu perlu ada tindakan preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon. Meski belum ada yang positif Covid-19,  tapi bukan berarti lengah dalam pengawasan, karena ada status ODP (Orang Dalam Pemantauan)  dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” kata Faqih kepada Redaksi24.com, Senin (30/3/2020).

BACA JUGA:

. Cegah Covid-19, Partai Demokrat Kota Cilegon Bagi-Bagi Masker Gratis

. Dampak Covid-19, Pemohon SIM di Polres Cilegon Menurun 30%

. Stop Covid-19, Seluruh Fasilitas Umum di Kota Cilegon Ditutup

Ia juga mengaku, tidak yakin jika Cilegon belum ada Positif Covid-19. Menurutnya, mungkin bisa saja tidak terdeteksi, mengingat begitu rawannya daerah Cilegon, terlebih lagi sebagai kota industri.

“Saya minta wali kota segera menerapkan karantina wilayah sesuai dengan UU No.6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Karantina yang dimaksud pembatasan akses keluar masuk  ke Kota Cilegon, agar pergerakan masyarakat lebih mudah terkendali, tentunya dengan memperhatikan juga aspek sosial, ekonomi masyarakat Kota Cilegon,” tegasnya.

Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Daerah Cilegon, Agung Pramudya menyoroti physical distancing yang belum sepenuhnya dipatuhi warga Cilegon. Menjrut dia, perlu ada metode khusus untuk mengedukasi warga agar mematuhi sosial distancing.

“Salah satu peran kami dengan mengedukasi warga terkait penularan dan pencegahan Covid-19,” tegasnya. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.