Dukung Deklarasi Cinta Damai, SMKN 8 Kabupaten Tangerang Larang Siswanya Ikut Demo

  • Whatsapp
Deklarasi Cinta Damai
Deklarasi Cinta Damai di kabupaten Tangerang/Dok.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Kabupaten Tangerang Iman Sutarya melarang para siswa-siswinya mengikuti aksi demo termasuk demo menolak pengesahan undang-undang Cipta Kerja. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan atas Deklarasi Cinta Damai bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas dan Etnis yang digagas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, pada Kamis (15/10/2020) lalu. 

“Saya berharap para siswa khususnya siswa SMKN 8 Kabupaten Tangerang tidak ada yang mengikuti aksi demo, karena tugas utama para siswa adalah  belajar, baik itu tatap muka maupun melalui daring, sebab itu yang menjadi prioritas mereka,” kata Iman kepada Redaksi24.com, Sabtu (17/10/2020).

Bacaan Lainnya

pria yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Tangerang ini menghimbau agar para siswa tidak mudah terprovokasi untuk mengikuti ajakan pihak manapun untuk mengikuti termasuk demo yang saat ini lagi marak berupa penolakan Omnibus Law.

“Saya berharap para siswa Jika ada yang mengajak dari Media Sosial (Medsos) ataupun dari grup-grup WhatsApp agar tidak diikuti para siswa. Untuk itu saya berharap ada peran aktif dari para guru dan orang tua dalam pengawasannya,” jelas Iman.

BACA JUGA: Cegah Anarkisme, Forkopimda Kabupaten Tangerang Gelar Deklarasi Cinta Damai

Sementar itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 8 Kabupaten Tangerang Samsudin kebijakan Kepala Sekolah SMKN 8 Kabupaten Tangerang tersebut dikeluarkan semata-mata untuk kebaikan para siswa itu sendiri. Menurut Samsudin dengan usia yang masih muda serta tingkat penguasaan emosi yang masih labil dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap para siswa jika mengikuti demo

“Jadi sekali lagi kita menghimbau kepada seluruh siswa agar tidak ikut berdemo dan tidak mengikuti ajakan pihak manapun, karena kita tidak ingin siwa yang notabennya masih pelajar dan masih labil dan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Samsudin.

Terlebih tambah Samsudin, saat ini kondisi lagi Pandemi Covid-19, dengan berkumpul jumlah yang banyak itu tentunya sangat rentan adanya penularan virus Corona.

“Kalau ada kedapatan siswa kami, ikut berdemo kami akan  memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan ataupun disiplin aturan sekolah,” tandasnya. 

Sebelumnya 4 unsur pimpinan daerah yakni Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Dandim 05/10 Tigaraksa Kolonel Inf Bangun Siregar, Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. Uwes Nawawi, dan Bupati Tangerang yang diwakili oleh Sekda Mochamad Maesyal Rasyid mendeklarasikan Gerakan Cinta Damai.

Deklarasi Cinta Damai itu dilakukan dengan pembacaan ikrar dipimpin oleh Sekda Kabupaten Tangerang dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Dalam ikrarnya, mereka menolak segala bentuk kekerasan serta aksi anarkisme yang melanggar hukum. 

Deklarasi Cinta Damai ditutup dengan penandatanganan petisi menolak anarkisme oleh seluruh peserta yang hadir pada spanduk yang dibentangkan di ruang deklarasi. (Hendra)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.