Duh, Ribuan Balita di Kabupaten Tangerang Stunting

oleh -
Duh, Ribuan Balita di Kabupaten Tangerang Stunting Dinkes puskesmas
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Tangerang, Dokter Sri Indriyani kepada Redaksi24.com, Jumat (19/11/2021) mengatakan, berdasarkan data di setiap Puskesmas, Balita yang mengalami stunting tersebar di 5 kecamatan Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 4.780 bayi usia 0-59 bulan atau di bawah usia lima tahun (Balita) mengalami kasus stunting atau pertumbuhan fisik yang tidak wajar.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Tangerang, Dokter Sri Indriyani kepada Redaksi24.com, Jumat (19/11/2021) mengatakan, berdasarkan data di setiap Puskesmas, Balita yang mengalami stunting tersebar di 5 kecamatan Kabupaten Tangerang.

Kelima kecamatan itu diantaranya Rajeg sebanyak 1,551 Balita, Sepatan 832 Balita, Sukamulya 803 Balita, Binong 794 Balita dan Kecamatan Sindang Jaya sebanyak 730 Balita.

Selain tertinggi, ada juga 5 puskesmas di 5 kecamatan dengan catatan kasus stunting terendah, yaitu di Kutai 9 Balita, Puskesmas Salembaran Jaya 9 Balita, Puskesmas Bojong Kamal 16 Balita, Puskesmas Kosambi 16 Balita dan Puskesmas Kuta Bumi sebanyak 20 Balita.

BACA JUGA: Miris, Ada Bocah Gizi Buruk di Tengah Gemerlap PIK di Pantura Tangerang

Dijelaskannya, tingkat stunting yang masih di bawah standar adalah akibat pemahaman masyarakat tentang stunting pun masih terbilang minim. Salah satu indikasinya adalah stunting yang kerap diartikan sebagai gizi buruk di tengah masyarakat awam.

“Anak yang mengalami stunting pertumbuhannya yang melambat. Hal itu dapat dilihat dari tubuh yang lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding dengan anak yang normal,” jelasnya.

Menurut Sri Indriyani, kasus stunting, umumnya diakibatkan kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Stunting pada anak akan berdampak pada gangguan metabolisme, rendahnya kekebalan tubuh, dan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal,” ujarnya.

BACA JUGA: Awas, 5 Kecamatan Ini Tertinggi Demam Berdarah di Kabupaten Tangerang

Disinggung kasus gizi buruk yang menimpah dua bocah bernama Jihan Mikaila Ramadhani dan Fahira Hasnatu Nisa warga Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, dia mengaku sudah melakukan penanganan.

“Untuk yang gizi buruk di Teluknaga sudah kami tangani, dari jauh hari sebelumnya sudah diintervensi petugas Puskesmas, termasuk diberikan program pemberian makanan tambahan (PMT) seperti biskuit,” ungkap Sri Indriyani.

Ketahui dampak anak dengan gizi buruk akan mudah mengalami infeksi karena kekebalan tubuhnya rendah. Selain itu, anak dengan gizi buruk juga memiliki intelligence quotient (IQ) atau tingkat kecerdasan rendah.

Pada jangka panjang, gizi buruk dapat mengakibatkan pertumbuhan anak berhenti sebelum waktunya. Lebih jauh lagi, gizi buruk dalam jangka panjang akan menyebabkan anak kurus (wasting) dan stunting atau kerdil.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.