Duh, Petani Lebak Tak Pernah Dapat Bantuan Dampak Covid-19

oleh -
petani, dinas pertanian lebak, alsintan, sarpras pertanian, Kementan, dampak covid-19,
Petani di Kabupaten Lebak, Banten berharap bantuan di tengah pandemi Covid-19.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraan keluarga, petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berharap bantuan sarana dan alat sistem pertanian (Alsintan), terlebih pada pandemi COVID-19 saat ini.

“Lebih utama kami berharap bantuan permodalan,” kata Kelompok Tani Sukabungah, Desa Tambakbayah, Kabupaten Lebak, Ruhyana.

Menurut dia, petani Kabupaten Lebak tidak pernah menerima bantuan apapun sejak pandemi COVID-19 melanda. Padahal, kata doa, petani sangat terdampak pandemi COVID-19 yang membuat produksi dan permintaan sayur-sayuran, pangan, dan palawija menurun.

“Sebelumnya permintaan lima ton sehari, sekarang menjadi dua ton sehari,” ujarnya.

Ia mengatakan, permintaan pasar menurun akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah daerah, sehingga kegiatan ekonomi terutama di Pasar Rangkasbitung dibatasi sampai pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA: Horee, Petani Lebak Panen Padi di Tengah Pandemi COVID-19

Karena itulah, kata dia, penyaluran bantuan terhadap petani sangat diharapkan dan  usaha pertanian tetap menjadikan andalan ekonomi masyarakat.

“Kami bersama petani, saat panen sekarang itu tidak banyak meraup keuntungan, karena harga gabah masih rendah,” kata Ruhyana.

Menurut dia, bantuan yang didambakan petani di tengah pandemi COVID-19 itu untuk sapras di antaranya benih, penyaluran pupuk subsidi tepat waktu, dan pembangunan jaringan irigasi. Selain itu juga bantuan alsintan di antaranya penggilingan, traktor dan kendaraan combine harvester.

Sedangkan, kata dia, bantuan permodalan antara lain melalui Program Bantuan Permodalan Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta.

“Kami berharap bantuan itu bisa direalisasikan saat melaksanakan gerakan percepatan tanam pada Mei-Juni mendatang,” katanya.

Senada dikemukakan Samian, seorang petani Blok Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak. Ia mengatakan selama ini tidak menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun program sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami minta bantuan itu bisa direalisasikan sehingga usaha pertanian tetap berlanjut guna meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Irwan mengatakan pihaknya saat ini tengah mengajukan bantuan untuk meningkatkan usaha pertanian kepada Kementerian Pertanian.

Namun, bantuan yang akan direalisasikan benih bersertifikat unggul sebanyak 650 kilogram untuk areal seluas 50 hektare.

“Kami menyalurkan bantuan benih itu saat petani memasuki gerakan percepatan tanam,” katanya.(ANT/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.