Duh, Empat Daerah di Banten Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

oleh -
Peta sebaran Covid-19 di Provinsi Banten per 30 Nopember 2020.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Sebaliknya, virus corona disease cenderung semakin mewabah. Buktinya, empat dari delapan kabupaten/kota di Privinsi Banten kembali masuk katagori zona merah penyebaran Covid-19.

“Karena kasus Covid-19 di daerah it uterus meningkat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti di Kota Serang, Senin (30/11).

Ati mengatakan, empat kabupatem/kota yang kembali menjadi zona merah di Banten masing-masing Kabupaten Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon.

“Per hari ini (kemarin) menjadi empat daerah zona merah. Sebelumnya hanya Kota Cilegon yang merah, daerah lainnya sebelumnya sudah orange,” kata Ati.

Ati menyebut, hingga Senin (30/11/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Banten sebanyak 13.339 orang, masih dirawat 2.021 orang, sembuh 10.923 orang dan meninggal dunia sebanyak 395 orang.

BACA JUGA: Ada ASN Positif Covid-19, Dinkes Banten Gelar Tes Swab Massal

Menurut dia, penyebab pertama kembali meningkatnya Covid-19 karena masyarakat belum sepenuhnya disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kondisi itu diperburuk karena perilaku masyarakat yang berkerumun sehingga meningkatkan resiko penularan.

“Masyarakat juga semakin lengah dan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Seperti tak memiliki empati, padahal telah ada banyak korban Covid-19, sampai ruang isolasi dan ICU rumah sakit dan tempat karantina penuh,” kata Ati.

Selain itu, kata Ati, peningkatan Covid-19 karena mobilitas penduduk yang masif, terutama di masa libur panjang cuti bersama. Ditambah lagi, menurut Ati, masyarakat takut melakukan tes  ketika memiliki gejala Covid-19.

“Padahal jika masyarakat berani tes dan hasilnya positif, akan dilakukan isolasi untuk mencegah penularan kepada orang lain. Kami menghimbau masyarakat bekerja sama dengan pemerintah, karena kami membutuhkan kolaborasi bersama dengan masyarakat untuk menekan angka penularan,” katanya.

Ati mengajak masyarakat jangan menyia-nyiakan pengorbanan para tenaga kesehatan yang selalu berjibaku menolong dan merawat untuk menyelamatkan para penderita Covid-19.(ANT/DIFA)