Duh, Diduga Oknum Pejabat BUMD di Kabupaten Tangerang Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 Senilai Rp2,7 M  

oleh -
Duh, Diduga Oknum Pejabat BUMD di Kabupaten Tangerang Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 Senilai Rp2,7 M  
Ilustrasi/net.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Oknum Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Kerta Raharja (AKR) diduga selewengkan dana stimulan COVID-19. Dana sebesar Rp 2,7 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Tangerang di akhir tahun 2020 berupa pengurangan (relaksasi) bunga tidak disalurkan kepada nasabah yang berhak. Walau namanya ada dalam daftar laporan penerima subsidi bunga namun banyak nasabah yang mengaku tidak pernah menerima dan diberikan informasi terkait adanya program bantuan pengurangan bunga sebagai bantuan untuk penanganan dampak COVID-19 

BACA JUGA: Bank Banten Kembali Kelola Kas Daerah Pemprov Banten

Seperti yang diungkapkan Endang Bustomi salah satu nasabah LKM AKR. Dirinya mempertanyakan perihal adanya subsidi bunga yang diberikan atas nama dirinya sebesar Rp9 juta  namun perusahaan milik daerah itu belum memberikannya bahkan hingga menjelang akhir Tahun 2021 ini. 

“Saya belum terima, diinformasikan saja tidak, ini aja baru tau kalau saya dapat subsidi sekitar Rp9 Juta, tolong disampaikan biar saya bisa dapat hak saya,” ujar Endang, Kamis (23/12/2021)

BACA JUGA: 78.255 Anak Kabupaten Tangerang Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Pertama

Bahkan Endang mengaku sudah bertanya perihal bantuan tersebut kepada pegawai PT. LKM Akr, namun saat dikonfirmasi katanya dirinya memang tidak mendapatkan bantuan itu, padahal kata Endang, sudah jelas tertera namanya sebagai penerima dalam laporan yang dibuat LKM AKR. 

“Saya sudah tanyakan, katanya memang benar bantuan subsidi itu ada, tapi untuk bisa dapat itu adalah kewenangan kantor, kan aneh padahal jelas saya itu harusnya dapat,” bebernya

BACA JUGA: Siap-siap, Puluhan Ribu UMKM di Kota Tangerang Bakal Dapat Bantuan Covid-19

Hal yang serupa dialami Sri Rahayu, dirinya juga merasa heran, dikarenakan namanya juga tercantum sebagai penerima bantuan subsidi bunga sebesar Rp. 21 Juta, tapi menurut sri hingga saat ini ia harus tetap membayar normal tanpa mendapat potongan pembayaran angsuran kepada PT. LKM AKR.

“Padahal lagi serba sulit seperti ini saya butuh bantuan itu, apalagi saya tercantum dapat total potongan bunga sebesar Rp21 Juta sampai sekarang saya tetap bayar normal, kalau telat bayar aja ditagih terus,” ungkapnya

Pensiunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang itu berharap hal ini mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Tangerang dan pihak yang berwajib, karena menurut Sri bisa saja Dana bantuan tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak pejabat tinggi di dalam perusahan milik pemerintah daerah itu.

“Ya semoga dapat perhatian dari pemda soal ini, apalagi itu dana bantuan terdampak COVID-19,” harapnya

Sementara itu saat dikonfirmasi, Plt Direktur Utama sekaligus saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT. LKM Akr, Edi Junaedi menerangkan dirinya pada Desember 2020 sudah menginstruksikan kepada jajaran Direksi untuk segera menginformasikan kepada nasabah yang telah tercantum namanya sebagai penerima bantuan subsidi terdampak COVID-19 tersebut, namun Edi kurang tau jelas apakah instruksinya itu telah dilaksanakan sesuai apa yang telah diperintahkannya atau tidak.

“Untuk nasabah yang mengeluhkan tidak dapat tapi namanya tercantum segera datang ke kantor cabang terdekat, agar dapat segera ditindaklanjuti,” tukasnya

Di informasikan juga oleh Edi jika saat ini Direktur Utama PT LKM AKR Yuyun Junaedi telah diberhentikan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Pada Hari Kamis, (9/12/2021).(Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.