Duh, Dana BOS dan Zakat ASN Tertahan di Bank Banten

  • Whatsapp
Dana BOS dan Zakat ASN di bank banten
Dana Bos dan Zakat ASN tidak bisa dicairkan di Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/SMK dan Zakat dari aparatur sipil Negara (ASN) di Pemprov Banten masih tertahan di Bank Banten. Keduanya tidak bisa langsung dicairkan karena Bank Banten sedang dalam proses marger atau akuisisi dengan Bank BJB. Sehingga status Bank Banten masuk dalam kategori Dalam Pengawasan Intensif (DPI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari sejumlah sekolah yang diterimanya, hampir seluruhnya mengeluhkan terkait pencairan dana BOS yang tertahan di Bank Banten.

Bacaan Lainnya

Padahal, dana BOS itu sangat dibutuhkan pada masa Pandemi covid-19 saat ini. “Di SMAN 2 Kota Tangerang yang dana BOS-nya cukup besar, belum juga cair. Di SMKN 1 Kota Tangerang juga sama,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2020).

Berdasarkan data dari Kemendikbud RI, total SMA mencapai 152 unit, sedangkan SMK 80 unit. Dengan total peserta didik untuk SMA mencapai 254.231 orang, sedangkan SMK mencapai 254.231 siswa. Berdasarkan Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS reguler, bagi SMA mendapat Rp1,5 juta per siswa, sedangkan untuk tingkat SMK mendapat Rp1,6 juta per siswa.

Sementara itu, untuk dana Zakat ASN Pemprov Banten yang tertahan mencapai Rp4 miliar yang rencananya akan didistribusikan ke sejumlah guru mengaji, marbot, guru madrasah dan penerima lainnya. Namun karena dananya tertahan di Bank Banten, akhirnya tidak bisa langsung dicairkan.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Bank Banten, katanya nanti sedang dikomunikasikan dengan pusat,” kata Kepala Baznas Provinsi Banten, Suparman Utsman.

Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat sebelumnya sudah memprediksi hal seperti ini akan terjadi. Berbagai pelayanan yang berhubungan dengan Bank Banten pasti akan mengalami kendala serupa.

Untuk itu, politisi Gerindra itu meminta Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) harus bertanggungjawab terhadap dampak domino dari pemindahan RKUD dan rencana marger atau akuisisi Bank Banten ini. “Gubernur harus bertanggungjawab,” imbuhnya.

Humas Bank Banten, Raesya saat dikonfirmasi mengatakan, untuk dana Zakat sedang dalam proses pencairan di pusat. Kemudian terkait dana BOS, pada tahap satu sudah dicairkan pada bulan Febuari lalu, tinggal menunggu tahap dua dari pusat yang masih dalam proses.

“Kalau untuk gaji dan tunjangan ASN lainnya yang ada di Bank Banten, semuanya berjalan seperti biasa. Hanya saja ada pembatasan penarikan setiap harinya sebesar Rp5 juta,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.