Dugaan Pencemaran Lingkungan, PT Mayora Sebut Pabrik Tahu dan Ternak Ayam

oleh -
Dugaan Pencemaran Lingkungan, PT Mayora Sebut Pabrik Tahu dan Ternak Ayam Kecamatan Jayanti kabupaten tangerang DLHK
HRD PT Mayora Indah Jayanti mengklaim busa putih hasil olahan pabrik yang muncul pada aliran pembuangan, bukan bahan berbahaya dan beracun.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Manajemen PT Mayora Indah Jayanti mengklaim limbah hasil produksinya yang dibuang melalui saluran pembuangan menuju Anak Sungai Cidurian telah sesuai standarisasi pengolahan limbah.

Sebaliknya, Manajemen PT Mayora Indah Jayanti menyebut, pencemaran lingkungan warga di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, kemungkinan bisa berasal dari limbah industri rumahan dan peternakan ayam yang ada di sekitar pabrik produksi makanan dan minuman itu.

Klaim tersebut disampaikan Human Resource Department (HRD) PT Mayora Indah Jayanti, Mukhlis kepada Redaksi24.com di kantornya, PT Mayora Indah Jayanti, Jalan Raya Serang-Balaraja, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (6/10/2021).

“Pengolahan limbah kami sudah sesuai standar dan limbahnya itu organik yang tidak berbau, malah bisa menyuburkan tanaman pertanian di sekitar pabrik kami,” kata Muchlis.

BACA JUGA: Limbah PT Mayora Diduga Cemari Sumur Warga Jayanti

Muchlis menilai perlu adanya penelusuran lebih jauh terkait munculnya aroma tidak sedap yang saat ini meresahkan warga. Sebab kata dia, di sekitar PT Mayora Indah Jayanti juga terdapat industri rumahan berupa pabrik perajin tahu dan peternak ayam.

“(Limbah pabrik tahu dan peternakan ayam) Itu juga bisa mengakibatkan bau dan mencemari lingkungan,” tuding Mukhlis.

Menurut Mukhlis, pihaknya rutin membersihkan saluran pembuangan limbah yang dialirkan menuju Anak Sungai Cidurian. Sedangkan busa putih hasil olahan pabrik yang muncul pada aliran pembuangan, diklaimnya bukan bahan berbahaya dan beracun atau B3.

“Busa busa putih itu sering kami bersihkan, justru bagus untuk pupuk, atau campuran makanan ternak ikan, bagus tidak ada masalah,” klaimnya lagi.

Mukhlis juga mengaku pihaknya rutin melakukan tes laboratoium terhadap limbah hasil produksinya setiap bulan.

“Tanpa pihak dinas datang pun, kami ngetes air limbah, secara internal kami punya lab,” tandas Mukhlis.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.