Duel Maut, Pemuda Pontang Serang Tewas Ditusuk Pisau

oleh -
tusuk
ilustrasi penusukan

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Seorang pemuda bernama Irfan (22) tewas mengenaskan dengan luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Pemuda nahas itu tewas setelah sebelumnya terlibat duel maut di Jalan Ciptayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (30/10/2019) dini hari.

Kapolsek Pontang, Polres Serang Polda Banten, Iptu Sudibyo Wardoyo mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan adanya seorang pemuda yang tewas dalam keributan pada Rabu (30/10/2019) dinihari.

Namun pihaknya hanya mendapati korban telah tewas di Puskesmas Pontang. Pihaknya belum memastikan pelaku pembacokan terhadap korban.

Dari keterangan sejumlah saksi, kata Kapolsek, peristiwa pembacokan itu bermula ketika korban terlibat adu mulut dengan pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Dari adu mulut, lanjut Kapolsek, korban dengan pelaku kemudian terlibat perkelahian satu lawan satu. Dalam duel maut itu, korban yang terdesak terkena tusukan senjata tajam pada bagian lehernya.

“Diduga korban ditusuk menggunakan pisau. Akibat terkena tusukan pisau, korban terkapar bersimbah darah. Pelaku melarikan diri,” katanya.

BACA JUGA:

. PB MA Minta Polisi Transparan Usut Pelaku Penusukan Wiranto

. 450 Personil Polres Serang Kota Amankan Pilkades Kabupaten Serang

. Polsek Kramatwatu Serang Kupas Fikih Sebelum Tugas

Iptu Sudibyo Wardoyo menuturkan, korban sempat meminta tolong kepada kerumunan warga pejalan kaki sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara. Korban kemudian dilarikan warga ke Puskesmas Pontang.

“Di Puskesmas Pontang korban meninggal. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dradjat Prawiranegara untuk diproses otopsi,” jelasnya.

Iptu Sudibyo Wardoyo mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penusukan tersebut. Salah satunya dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Pelaku belum bisa dipastikan berapa orang, masih melakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Samsul, rekan korban membenarkan peristiwa penganiayaan terhadap Irfan. Namun dia mengaku tidak mengetahui pemicu terjadinya penusukan yang menewaskan rekannya tersebut.

Samsul mengatakan, sebelumnya dia bersama korban mampir ke warung untuk memanfaatkan wifi. Saat itu, korban meminta diantar ke rumah temannya. Namun dia tak sempat mengantarkan korban lantaran sedang asyik main game.

“Korban memaksakan diri berangkat ke rumah temennya. Selang 10 menit saya dengar dia dibacok orang. Saya kaget, dan tidak percaya, karena dikira becanda,” ungkap Samsul.

Samsul menduga pelaku pembacokan orang yang dikenal korban. “Dugaan saya mah, pelaku punya dendam kepada korban,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.