Dua Tahun Tidak Dapat Terbang, Pilot Garuda Indonesia Narik Taksi Online

  • Whatsapp
pilot Garuda Indonesia Bayu Andhi Lifantri
Bayu Andhi Lifantri.

KOTA TAGERANG, REDAKSI24.COM– Menjadi pilot tentunya sebuah keinginan yang didambakan bagi banyak orang di negeri ini. Pasalnya, selain berpenghasilan cukup dan dapat membahagiakan keluarga tercinta, pekerjaan tersebut merupakan profesi yang dapat membanggakan.

Namun, hal ini tidak dirasakan oleh Bayu Andhi Lifantri, seorang pilot maskapai Garuda Indonesia yang kini beralih profesi sebagai sopir taksi daring.

Bacaan Lainnya

Menurut Bayu, sewaktu dirinya menjadi pilot, telah menerbangkan pesawat Garuda Indonesia selama 7 tahun lebih. Namun karirnya itu terhenti sesaat ia bercerai dengan istrinya.

Itu terjadi, kata Bayu, karena istrinya telah menahan lisensi penerbangannya. Padahal, kata dia, disaat dirinya bekerja sebagai penerbang beberapa waktu lalu, semua penghasilan selalu diserahkan kepadanya.

Lebih jauh bayu bercerita Kepada Redaksi24.com, bahwa dirinya bekerja sebagai pilot tidak lepas dari dorongan mertua. ” Jujur, saya bisa menjadi pilot karena dukungan mertua. Dan Alhamdulillah tercapai hingga saya bisa bekerja di Garuda Indonesia,” ungkap Bayu di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Senin (16/3/2020).

Namun, kata dia, disaat ia bekerja dan banyak memperoleh materi, semuanya tidak bisa dirasakan, karena diatur oleh istri. ” Kalau terbang Domestik saya hanya dikasih uang Rp. 50 ribu dan bila terbang Internasional Rp 100 ribu untuk satu hari. Tapi itu saya nikmati,” ungkapnya.

Namun begitu, kata Bayu, istrinya selalu cemburu, sehingga akhirnya hubungan antara suami istri berakhir di Pengadilan. ” Kami resmi bercerai di Pengadilan Agama Jakarta Barat,” kata dia.

Setelah perceraian terjadi, tambah Bayu, dirinya berharap bisa menjalani hidup sebagai seorang pilot dari titik nol. Tapi kenyataannya berbeda, lisensi penerbangan yang ia peroleh dengan kerja keras ditahan, walau keputusan dari Pengadilan Agama Jakarta Barat menyatakan bahwa lisensi penerbangan itu harus kembali pada dirinya.

“Pengadilan memutuskan agar lisensi penerbagangan dikembalikan kepada saya, tapi kenyataannya hampir dua tahun berjalan lisensi itu iia tahan,” ungkap Bayu.

BACA JUGA:

Dampak Pemadaman Listrik, HABIS TERANG TERBITLAH  GELAP

Akibatnya, kata Bayu, dirinya tidak bisa melakukan penerbangan. Dan anehnnya lagi, ketika pihaknya menyampaikan hal tersebut kepada pihak managemen Garuda Indonesia, Perusahaan maskapai milik BUMN itu tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran diduga kuat ada keterlibatan dari orang tua istrinya (mertua) yang merupakan salah satu rekanan kuat dari perusahaan tersebut.

“Karena kondisinya seperti itu, terpaksa saya banting setir untuk bertahan hidup, yaitu narik Go Car. Bahkan saya juga sempat menjadi pegawai di salah satu perusahaan asuransi,” ucapnya.

Bayu juga mengaku sebenarnya ingin kembali ke profesinya sebagai pilot. Walaupun materi yang pernah diperoleh harus hilang atau di kuasai sang istri. “Saya punya asset dua rumah di Green Like City dan 3 Apartemen serta beberapa mobil. Itu saya ikhlas jika mantan istri saya mau ambil atau dijual, tapi saya kecewa kenapa lisensi saya masih tidak dikembalikan selama dua tahun belakangan ini,” ucapnya.

Bayu menambahkan, dirinya juga sudah melakukan berbagai cara seperti berkoordinasi dengan pihak Garuda Indonesia dan Kementerian Perhubungan, namun tak membuahkan hasil. “Sudah semua cara saya lakukan tetapi semua sia – sia. Saya tidak tahu harus kemana lagi,” pungkasnya. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.