Dua Residivis Diringkus Polresta Tangerang, Dalam Setahun Mereka Sikat 1800 Sepeda Motor

  • Whatsapp
Polresta Tangerang gelar kasus Curanmor.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dua spesialis pencurian sepeda motor berinisial DS dan SA diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang. Keduanya merupakan kawanan curanmor yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2020). 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kedua pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama. Tersangka SA pernah ditangkap tahun 2013 dan divonis 9 bulan penjara. Sementara DS ditangkap tahun 2018 dan divonis hukuman 1 tahun 8 bulan. 

Bacaan Lainnya

Usai menjalani masa hukuman, lanjut Ade, tersangka SA sempat bekerja sebagai tukang sayur di Pasar Kapuk, Jakarta Utara. Kemudian, sekitar sembilan bulan lalu SA bertemu dengan DS untuk kemudian bersama dua orang lainnya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten Tangerang.  

“Dalam sehari para pelaku mampu mencuri lima unit motor, dalam setahun mereka berhasil mengambil kurang lebih 1.825 unit motor,” tutur Ade dalam gelar perkara di Mapolresta Tangerang.

BACA JUGA: Pencuri Sebanyak 1.080 Sepeda Motor Dibekuk Polresta Tangerang

Ade melanjutkan, dari keterangan para tersangka motor hasil curiannya mereka jual dengan harga Rp2 juta sampai Rp2,5 juta rupiah. Dengan demikian, menurut Ade, dalam setahun para pelaku bisa meraup keuntungan hingga 3,5 miliar rupiah. 

“Setahun beraksi keuntungannya miliaran rupiah mereka jual ke wilayah mana saja ini sedang kita dalami,” pungkasnya 

Ade juga mengimbau, agar masyarakat waspada terhadap aksi curanmor. Ade mendorong masyarakat untuk menambah kunci ganda dan kunci pengaman serta memarkirkan kendaraan di lokasi yang aman. Selain itu, Ade juga meminta masyarakat tidak membeli kendaraan yang tanpa surat apalagi dengan harga di bawah pasar.

“Sebab, bila ada permintaan, aksi curanmor akan ada. Dan siapa pun membeli kendaraan hasil kejahatan, maka bisa dipidana,” terangnya.

BACA JUGA: Begal Motor Kembali Marak di Kabupaten Tangerang

Sementara, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.