Dua Raperda Usulan DPRD Disambut Baik Pemkot Tangerang

oleh -
RAPAT PARIPURNA : Sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang mengikuti Rapat Paripurna untuk membahas dua Raperda usulannya yakni Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya Non Benda dan Raperda tentang Bantuan Sosial Kematian bagi Masyarakat Miskin., Kamis (16/5/2019) lalu. Foto : Istimewa.

TANGERANG,R24—Dua Rancangan Peraturan daerah (Raperda) usulan Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendapat sambutan baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Kedua Raperda tersebut adalah Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya Non Benda dan Raperda tentang Bantuan Sosial Kematian bagi Masyarakat Miskin.

Wali kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengatakan Raperda tersebut sangat pas sebagai upaya memajukan kebudayaan nasional Indonesia,  Terlebih Kota Tangerang  merupakan daerah yang kaya akan warisan budaya baik berupa benda cagar budaya bersejarah dan non benda dalam berbagai bentuk dan ragam. Seperti adat istiadat, karya seni tari, pertunjukan, tutur kata lisan sebagai identitas, jati diri serta ketahanan diri menghadapi tantangan global yang begitu cepat, yang perlu dijaga dan lestarikan.

“Raperda tersebut sangat dibutuhkan  sebagai payung hukum yang memadai dalam melindungi warisan budaya non benda,” ujar Arief beberapa waktu lalu.

Adapun terkait Raperda Bantuan Sosial Kematian bagi Masyarakat Miskin, Arief mengatakan, Pemkot Tangerang telah memiliki program bantuan pemakaman dan pengurusan jenazah namun terbatas untuk masyarakat terlantar yang sakit ataupun meninggal dunia. Melalui Raperda ini, diharapkan semakin memperluas jangkauan tak hanya masyarakat terlantar namun untuk masyarakat miskin serta penghuni rumah perlindungan sosial.

“Pemkot dengan dukungan DPRD telah berupaya dan akan senantiasa memberikan berbagai fasilitas bagi masyarakat miskin, baik bantuan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ujar Arief.

Badan Pembuat Perda DPRD, Edy Ham mengatakan, pelestarian dan pengelolaan warisan budaya non benda yang sudah dilakukan sampai saat ini, tampaknya belum sesuai dengan harapan. Kondisi ini disebabkan rentannya soliditas budaya dan pranata sosial yang diperkuat dengan kecenderungan penguatan orientasi primordial seperti kelompok etnis dan agama yang berpotensi memperlemah persatuan masyarakat dan keharmonisan interaksi sosial.

“Belum ada peraturan yang mengatur secara komprehensif sebagai landasan hukum menjadi kendala dalam pelestarian budaya,” ujarnya.

Dikatakannya, warisan budaya yang juga penting untuk diperhatikan adalah sebagai pembentuk karakter Kota Tangerang. Menurutnya, budaya Kota Tangerang begitu kaya dengan keberagaman berbagai etnis budaya non bendanya.

“Budaya non benda di Kota Tangerang harus dipertahankan dan dijaga dalam bingkai yang namanya Kota Tangerang,” katanya.

Sementara terkait Raperda bantuan sosial kematian bagi masyarakat miskin diajukan karena pemberian bantuan sosial yang sudah dilakukan tampaknya belum sepenuhnya sesuai harapan dan masih rendahnya status sosial ekonomi masyarakat.

Selain itu, belum adanya bantuan sosial yang spesifik terhadap permasasalahan kematian kepada anggota masyarakat miskin. (ifk/hdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *