Dua Orang Jaringan Narkotika Internasional Dituntut Hukuman Mati di PN Tangerang

oleh -
Sidang kasus sabu seberat 212 Kg di PN Tangerang.

KOTA TANGERANG,REDAKSI24.COM– Dua terdakwa kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 212 Kg yang diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di gudang agen beras di Jalan Prabu Siliwangi RT 05/13, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, Banten,  beberapa waktu lalu dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tangerang Banten, Rabu (21/4/2021).

Kedua terdakwa tersebut adalah F dan M. Menurut  Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma, kedua terdakwa dituntut hukuman mati karena melanggar Pasal 114 Ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. 

“Kita tuntut hukuman mati untuk terdakwa M dan F, Karena mereka merupakan sindikat besar narkoba internasional,” kata Dapot.

Terbukti, katanya, barang bukti yang mereka selundupkan sebanyak 212 Kg. Menanggapi tuntutan itu, Majelis Hakim yang diketuai Nelson Panjaitan menuturkan, pihaknya memberikan waktu sepekan kepada dua terdakwa untuk melakukan pembelaan setelah dituntut hukuman mati. 

“Atas tuntutan itu saudara (terdakwa) boleh melakukan pembelaan atau pledoi. Kita kasih waktu seminggu,” pungkasnya. 

Sebelumnya, BNN menggerebek gudang agen beras di Jalan Prabu Siliwangi RT5/13, Cibodas, Kota Tangerang pada Selasa (28/7/2020). Dalam penggerebekan, BNN menyita sebanyak 200 kilogram sabu lebih.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan penggerebekan narkoba 200 kilogram sabu lebih di Tangerang dikendalikan jaringan lokal dan Internasional.  

“Jaringannya lokal Jakarta, Sumatera Utara, Aceh, Lampung. Internasional Malaysia, dan Myanmar,” ujarnya. (Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.