Dua Mantan Wakil Rektor UIN Jakarta Diperiksa Polisi, Ini Kata Kuasa Hukum

oleh -
Prof Masri Mansoer, Prof Andi Faisal, Polres Tngsel, UIN Jakarta, Wakil Rektor,

TANGSEL,REDAKSI24.COM–Dua mantan Wakil Rektor UIN Jakarta yakni Prof Masri Mansoer dan Prof Andi Faisal diperiksa penyidik dari Polres Tangsel terkait laporan dugaan tindak pidana dalam pembangunan gedung asrama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) yang dilaporkan Sultan Rivandi (UIN Watch) pada Pada Selasa 6 April 2021.

usai  pemeriksaan,  Gufroni SH MH selaku kuasa hukum menjelaskan, 

dalam pemeriksaan penyidik meminta keterangan kedua kliennya seputar dugaan perbuatan pidana yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum dosen UIN Jakarta dalam Panitia Pembangunan gedung Asrama Mahasiswa UIN Jakarta.

Menurut Gufroni, kliennya secara komprehensif dan detail menjelaskan dimana letak dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pembangunan gedung asrama Mahasiswa UIN Jakarta. Dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang tersebut lanjut Gufroni, terletak pada ketiadaan secara fisik gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta yang dibangun, padahal dana yang dicairkan dari negara dan lainnya diduga sudah milyaran, dan kedua kliennya sebagai Wakil Rektor (sebelum diberhentikan) yang membidangi kerja sama lembaga dan kemahasiswaan tidak pernah tahu kegiatan pembangunan gedung Asrama mahasiswa UIN Jakarta tersebut. 

BACA JUGA: Polres Tangsel Siapkan Tim Khusus Untuk Petugas Polisi Virtual

“Dan setelah diklarifikasi ke berbagai pihak ternyata benar tidak pernah ada pembangunan gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta,” tegas Gufroni.

BACA JUGA: Delapan Pengedar Uang Dollar US Palsu Rp2 Miliar Lebih Diciduk Polres Tangsel

Sebagai kuasa hukum, Gufroni berharap Polres Tangsel tegak lurus mengungkap kasus ini dan segera menuntaskan siapa saja yang terlibat termasuk aktor intelektual dibalik pengadaan gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta yang ternyata diduga fiktif.

“Kami berharap aparat kepolisian mampu mengungkap siapa saja yang terlibat termasuk aktor intelektual dibalik pengadaan gedung asrama mahasiswa UIN Jakarta yang ternyata diduga fiktif,” pungkas pria yang menjabat sebagai Direktur LBH UMT ini.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.