Dua Mantan Direksi PT Garuda Indonesia Divonis 1 Tahun Penjara Karena Selundupkan Harley Davidson

oleh -
Dua Mantan Direksi PT Garuda Indonesia Divonis 1 Tahun Penjara Karena Selundupkan Harley Davidson
Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Igusti Ngurah Askhara (batik kuning) dan Direktur Operasional perusahaan tersebut, Iwan Joeniarto (batik biru) divonis 1 tahun penjara dalam kasus penyelundupan motor harley Davidson di PN Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Igusti Ngurah Askhara yang disapa Ari Askhara dan Direktur Operasional perusahaan tersebut, Iwan Joeniarto divonis hukuman satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Senin (14/6/2021), karena terlibat dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan  sepeda Brompton.

Putusan tersebut, sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Pantono Rono Widjaya dari Kejaksaan Tinggi Banten dan  Reza Fahlevi dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Nelson Panjaitan dan dua orang anggotanya Harry Suptanto serta Yuferry mengatakan, terdakwa I Gusti Ngurah Aksara dituntut selama satu tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Apabila kata Nelson, yang bersangkutan selama satu bulan tidak mampu membayar, maka hukuman kurungannya akan ditambah selama tiga bulan.

BACA JUGA: Selundupkan Harley Davidson, Dua Mantan Petinggi PT Garuda Indonesia Terancam 10 Tahun Penjara

Sedangkan Iwan Joeniaro divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta. Apabila ia juga tidak mampu membayar, tambah Nalson, hukuman kurungannya  akan ditambah dua bulan.

Putusan itu dijatuhkan kepada dua direksi perusahaan penerbangan tersebut, kata  Nelson, karena yang bersankutan terbukti secara hukum, menyelundupkan 15 box berisi onderdil motor Harley Davidson bekas dan tiga sepeda Brompton.

BACA JUGA: Berbagai Komponen Masyarakat Desak Polri Usut Penyelundupan Harley Davidson

Adapun yang meringankan terdakwa, kata dia, Pertama, berkelakuan baik saat persidangan, belum pernah ada catatan hukum dan terakhir dia sudah dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Menyikapi putusan Majelis Hakim, pengacara terdakwa, Andre Sinaga dan Harfit minta waktu tujuh hari untuk pikir-pikir. ” Kami minta waktu tujuh hari untuk pikir-pikir,” kata Andre.

Samahalnya dengan Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Sobrani Binza, bahwa dirinya minta tujuh hari untuk pikir-pikir atas putusan tersebut. ” Kami akan mempelajari dulu keputusan itu, karenanya kami minta waktu tujuh hari untuk pikir-pikir,” kata Sobrani Binzar seusai persidangan.

Sementara itu sidang yang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB molor hingga pukul 17.30 WIB. ” Sidang molor beberapa jam, karena jadwal persidangan padat,” Kata Kasi Pidsus dengan singkat. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.