Dua Mafia Tanah Sudah Ditangkap Polisi, Warga Pinang Masih Resah

oleh -
Mafia anah, Warga Pinang, BPN Kota Tangerang, PN Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang,
Warga Pinang menggelar konferesi pers tekait kasus mafia tanah yang dialaminya, Rabu (14/4/2021).

KOTA TANGERANG,REDAKSI4.COM– Sejumlah warga Kecamatan Pinang mengaku bersyukur jajaran Polres Metro Tangerang Kota bisa menangkap 2 pelaku yang diduga sebagai mafia tanah. Namun begitu mereka mengaku masih resah karena, sampai saat ini Pengadilan Negeri (PN) Tangerang  Belum mencabut keputusan eksekusi 45 hektare lahan tersebut. Dimana keputusan bernomor W29 U4/4151/HT.04.07/VIII/2020 lahan seluar 45 hektar dimenangkan oleh Darmawan (salah satu pelaku yang ditangkap)

“Kami menuntut PN Tangerang Klas 1A untuk membatalkan eksekusi yang telah mereka keluarkan,” ujar ketua Paguyuban Masyarakat Cipete-Kunciran Jaya Bersatu, Mirin saat jumpa pers, Rabu, (14/4/2021).

Untuk itu menurut Mirin, warga menuntut  pihak penegak hukum agar menyapu bersih adanya dugaan oknum pejabat yang terlibat dalam kasus pencaplokan lahan milik warga dan PT tersebut. 

“Tetapi permasalahannya apakah bisa seorang yang mengesahkan eksekusi kemudian dia yang membatalkan?. Status dari PN Tangerang Klas 1A terkait eksekusi belum dibatalkan, ini menjadi beban bagi kami. Ini menjadi simalakama bagi PN Tangerang,” kata Mirin.

BACA JUGA: Polres Metro Tangerang Kota Tangkap 2 Mafia Tanah Yang Ingin Kuasai 45 Hektar Lahan di Alam Sutera

Hal senada diungkapkan oleh warga lainnya, Saipul Basri. Pergerakan warga mempertahankan dan menjaga haknya belum belum berakhir. Namun, pengungkapan kasus ini kata dia menjadi titik terang bagi warga.

“Kami berharap hukum hukum bisa tajam ke atas, adanya penegakan supremasi hukum. Kami yakin akan adanya putusan akhir yang berpihak ke masyarakat,” kata dia. 

Saipul mengatakan Polres Metro Tangerang Kota memang sudah mengungkapkan kasus ini dan menetapkan D dan MPC sebagai tersangka serta memburu 1 orang lainnya AM yang merupakan kuasa hukumnya. Kendati demikian warga kata Saipul masih merasa belum puas karena menduga masih ada aktor lain yang belum ditangkap.

“Kami duga adanya konspirasi di PN Tangerang Klas 1 A. Kami yakin masih banyak oknum yang terlibat dalam kasus ini. Ada oknum di PN dan BPN yang terlibat,” tegas Saipul.

BACA JUGA: Pengamat Sosial dan Pemerintahan : Jika Pemerintah Daerah Mau Membantu dan Berani, Kasus Mafia Tanah Yang Menimpa Warganya Bisa Cepat Diselesaikan

Sementara itu, Juru bicara tim advokasi Paguyuban Masyarakat Cipete-Kunciran Jaya Bersatu, Abraham Nempung mengatakan pihaknya akan kembali melakukan upaya hukum agar keputusan eksekusi tersebut dapat dicabut. Salah satunya melakukan advokasi ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung.

“Saya berharap kasus ini terus di blow up. Karena agar menjadi perhatian oleh MK, MA dan Ombudsman. Masih panjang untuk pembatalan eksekusi,” katanya. 

Sebenarnya kata Abraham Sertifikat yang dimiliki oleh warga dan PT TMRE atas kepemilikan tanah tercatat sah di BPN. Hal itu sudah menjawab legitimasi sertifikat tersebut. 

“Ini palsu sertifikat yang digunakan tersangka. Kita akan lakukan upaya hukum karena mendua masih banyak oknum yang terlibat baik di PN atau BPN,” katanya.(Iqbal/Hendra)