Dua Kelurahan Teken Kesepakatan Stop Buang Hajat Sembarangan Ke Sungai

  • Whatsapp
Dua kelurahan di Banjarmasin menandatangan kesepakatan stop BAB ke sungai
Dua lurah di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan saat menandatangan kesepakatan dan deklarasi stop buang hajat (BAB) sembarangan ke sungai, Selasa,

BANJARMASIN, REDAKSI24.COM— Dua kelurahan padat penduduk di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan menandatangan kesepakatan sekaligus deklarasi stop buang hajat alias BAB (buang air besar) sembarangan ke sungai.

Kedua wilayah tersebut yakni Kelurahan Kertak Baru Ulu dan Kelurahan Mawar di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Deklarasi dan penandatanganan kesepakatan digelar di halaman Kantor kelurahan Kertak Baru Ulu, Selasa.

Langkah kedua kelurahan itu mendapat iapresiasi Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina. Bukan itu saja, Ibnu Sina pun memberikan piagam penghargaan atas upaya dua kelurahan tersebut untuk menjaga lingkungan dari pencemnaran limbah manusia tersebut.

BACA JUGA:5 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19,  Dua Puskesmas di Pandeglang Ditutup

Pemerintahnya, kata Ibnu Sina,  memberikan apresiasi dan pengakuan atas usaha masyarakat bersama kelurahan dalam menjadikan wilayahnya bebas dari BAB sembarangan serta berprilaku hidup sehat.

“Selamat dan sukses atas prakarsa cerdas dua kelurahan ini. Semoga bisa menjadi pelopor kelurahan yang lain untuk menyerukan deklarasi stop BAB sembarangan,”ujarnya.

Malah wali kota menantang seluruh camat di wilayahnya untuk membuat deklarasi serupa di semua kelurahan demi menjaga lingkungan bersih dan tidak tercemar.

BACA JUGA:59 Daerah Lokasi Pilkada Memiliki Tingkat Kerawanan Tinggi dari Aspek Pandemi

Camat Banjarmasin Tengah Diyannor mengungkapkan, rumah warga didua kelurahan tersebut sebagian besar sudah menerapkan WC sistem biofil atau dengan instalasi pengolahan air limbah yang standar.

“Jadi tidak lagi BAB langsung nyemplung ke sungai atau tanpa wadah IPAL standar ke dalam tanah,” ujarnya.

Menurut dia, dua kelurahan ini memang padat penduduk dan berada di tengah kota, sehingga menyadarkan masyarakat stop BAB sembarangan ini perlu waktu dan dibantu dengan program perbaikan IPAL standar di daerah tersebut.(Sukarli/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.