Dua Industri Raksasa Korea Relokasi Pabrik ke Jateng

  • Whatsapp
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyebutkan dua industri raksasa korea akan merelokasi pabriknya ke jaten
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia (jas hitam) usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Bahlil Lahadalia, menyebutkan dua industri raksasa Korea akan merelokasi pabriknya ke KIT (Kawasan Industri Terpadu) Batang, Jawa Tengah.

“Kalau Batang yang udah komitmen sama kita dua industri. Saya kasih bocoran  ya, dari Korea Selatan, tapi itu skala besar, yang satu  perusahaan bisa menghabiskan 40-50 hektare,” ujar Bahlil usai usai rapat kerja  dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya

Dia menyebutkan, dua industri raksasa Korea itu di luar daftar tujuh  perusahaan asing yang merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dua perusahaan Korea tersebut, lanjut Bahlil,  akan bekerja sama dengan pengusaha atau pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) daerah setempat guna memberdayakan usaha dalam negeri.

“Mereka ini kita suruh join dengan pengusaha lokal yang memenuhi syarat, dan UMKM, agar ekosistemnya bisa terjaga,”tutur Bahlil.

BACA JUGA:BKPM Kaji Penyebab Indonesia Kalah Bersaing Tarik Investasi

Secara keseluruhan, terdapat 119 perusahaan yang berpotensi merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dari 119 itu, tujuh di antaranya sudah sepakat merelokasi pabrik ke Indonesia, dan 17 lainnya masih dalam proses penjajakan.

“Tujuh yang sudah menyatakan relokasi dari Cina. Sementara 17 perusahaan yang kita sudah atur kira-kira kurang lebih 70-80%. Kalau yang 7 itu semua sudah terealisasi, sudah jalan sekarang,”jelas Bahlil.

Kata dia, kesepakatan 17 perusahaan itu dipastikan selesai akhir tahun ini. “Saya targetkan akhir tahun ini harus sudah selesai. Kasih kami waktu untuk kita mainkan barang ini,” imbuh dia.

Dari sisi realisasi investasi, di kuartal III-2020 ini akan lebih baik dibandingkan kuartal II-2020 yang hanya Rp 191,9 triliun atau turun 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), namun dibandingkan kuartal I-2020, masih tumbuh 8%.

“Kuartal III-2020 kami memberikan sinyal aja bahwa realisasi investasi itu jauh lebih baik ketimbang kuartal II-2020. Angka nya tunggu kami sampaikan karena masih ada 1 bulan kan,” pungkas Bahlil.(Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.