DPUPR Pandeglang Klaim Progres Pembangunan Jalan Lampaui Target

  • Whatsapp
proyek jalan
Salah satu proyek jembatan yang telah rampung di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pada penghujung tahun 2020, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPR PR) Pandeglang mengklaim target pembangunan jalan dari 2015 hingga 2020 sudah terlampaui. Sebab, dari target pembangunan sepanjang 150 kilometer, yang sudah rampung mencapai sepanjang 230,2 Km.

Selain target pembangun jalan yang sudah terlampaui, pembangunan jembatan dan irigasi juga diklaim telah melebihi target. Untuk pembangunan jembatan yang ditargetkan sepanjang 120 meter, yang terbangun sepanjang 396,5 meter dengan jumlah sebanyak 47 jembatan.

Bacaan Lainnya

“Begitu juga dengan irigasi yang ditargetkan 37 DI (Daerah Irigasi), tapi yang sudah terbangun sebanyak 316 DI. Artinya progres pembangunan yang ditargetkan sudah terlampaui,” ungkap Kepala DPR PR Pandeglang, Asep Rahmat di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan Asep, untuk total ruas jalan kabupaten sepanjang 723,03 kilo meter. Pada tahun 2015 lalu kata dia, kondisi jalan baik baru sepanjang 210,47 kilo meter atau 29,11 persen dari jumlah total jalan kabupaten tersebut.

Namun, setelah pembangunan jalan itu digenjot, mengalami peningkatan sebesar 24,58 persen dan menjadi 53,69 persen, atau sepanjang 388,21 kilo meter.

BACA JUGA: Dindikbud Pandeglang Klaim Ratusan Sarana Gedung Sekolah Telah Terbangun

Menurutnya, perbedaan antara jalan yang dibangun dengan peningkatan jalan dubagi dua kriteria, yaitu jalan Mantap dan jalan tidak Mantap sesuai regulasi yang ada dalam Peraturan Mentri Pekerjaan Umum RI Nomor 13 tahun 2011, tenrang tatacara dan penilikan jalan.

“Ruas jalan Mantap adalah ruas jalan dengan kondisi baik atau sedang sesuai dengan umur yang diperhitungkan. Adpaun jalan tidak Mantap yaitu dengan kondisi jalan rusak dan rusak berat,” ujarnya.

Dijelaskannya, adapun data jalan Mantap dan tidak Mantap mulai dari tahun 2015 hingga 2019 yaitu, pada tahun 2015 kondisi jalan baik 29,11 persen, kondisi jalan sedang 34,01 persen, jalan rusak 15,78 persen dan rusak berat 21,09 persen dari total secara keseluruhan jalan kabuoaten sepanjang 723,03 kilo meter.

“Adapun kondisi jalan di 2019, kondisi baik 53,69 persen, sedang 17,82 persen, rusak 11,66 persen dan rusak berat 16,83 persen,” katanya.

Selain itu lanjut Asep, untuk pembangunan irigasi juga melebihi dari target yang ditentukan, dari targt sebanyak 37 DI yang sudah dibangun 316 DI. Begitu juga untuk pembangunan jembatan.

“Kami lakukan percepatan pembangunan, dan alhamdulillah ketiga jenis pembangunan mulai dari jalan, jembatan dan Irigasi semuanya capain sudah melebihi target,” tambah Asep.

Terpisah, Sekretaris DPU PR Pandeglang, Asep Rahmat menuturkan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan memprioritaskan perencanaan pembangunan tahunan. Selain itu juga, melakukan usulan melalui Pemprof Banten dan DAK ke pemerintah pusat dalam penanganan pembangunan jalan di Pandeglang.

“Uoaya lain, kami juga melakukan usulan melalui forum PD PUPR untuk penanganan jalan dan jembatan. Dengan batas usulan yang sudah masuk dalam RPJMD Provinsi Banten,” tuturnya.

Untuk jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat kata dia, usulan disampaikan melalui konsultasi regional yang diadakan setelah dilaksanakan Musrenbangnas.

“Adapun jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten, jalur koordinasinya melalui Krisna-Selaras,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.