DPRD Sulbar Tolak Rencana Pemprov Pinjam Dana PEN Rp705 Miliar

oleh -
dana, pen, pemprov, sulbar, dprd, apbd, pdiperjuangan
DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menolak rencana Pemprov pinjam dana PEN Rp705 Miliar. Foto: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulbar Rayu SE, di Mamuju, Selasa (27/4/2021)/Antara.

MAMUJU, REDAKSI24.COM–Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) meminjam dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp705 miliar mendapat penolakan dari DPRD setempat.

Karena DPRD Sulbar menganggap upaya pemulihan ekonomi daerah dengan cara meminjam dana PEN oleh Pemprov itu adalah langkah tidak tepat lantaran hanya akan membebani APBD saja.

“Kami menolak menyetujui rencana Pemrov Sulbar pinjam dana itu, karena hanya akan membebani APBD,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulbar, Rayu SE, di Mamuju, Selasa (27/4/2021).

Menurut Rayu, langkah Pemprov yang akan meminjam dana PEN adalah tidak tepat untuk memperbaiki ekonomi Sulbar, dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulbar tidak akan mendukung rencana tersebut.

 

Untuk bangun pabrik beras

Apalagi kata dia, pinjaman dana PEN sebesar Rp705 miliar itu akan digunakan Pemprov Sulbar untuk membangun pabrik beras, padahal di Sulbar sudah banyak sekali pabrik itu.

“Di Sulbar ini sudah banyak pabrik beras. Lantas untuk apa membangun lagi dengan dana itu. Langkah ini sebuah kebodohan Pemprov Sulbar yang tidak mengerti membangun daerah,” cetusnya.

Rayu mengungkapkan, saat ini petani di Sulbar butuh pupuk, dan butuh dukungan alat dan sarana pengairan, serta sarana pertanian lainnya.

“Petani butuh itu untuk membangun ekonominya. Petani tidak butuh pabrik beras yang hanya akan telantar kalau dibangun,” ucapnya.

Dia menyakini, kalau pemerintah Sulbar memaksakan membangun pabrik beras tersebut tidak akan beroperasi maksimal, karena produksi beras di daerah itu kecil dan belum butuh pabrik tersebut.

“Apalagi dibangun dengan anggaran besar dari minjam dana itu, jelas ini akan menjadi beban APBD nantinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemprov Sulbar harus mengurungkan niatnya untuk meminjam dana PEN, karena tujuannya bukan memulihkan ekonomi daerah itu, tetapi malah membuat beban bagi anggaran daerah, yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemprov jangan berpikir mau untung dari pinjaman itu. Apalagi memanfaatkannya untuk kepentingan pihak tertentu. Sulbar ini sudah tertimpa bencana gempa, jangan lagi ditambah beban ekonomi daerah dan masyarakat dengan meminjam dana PEN, yang sama sekali tidak berguna bagi pemulihan ekonomi daerah,” tandasnya.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.