DPRD Pandeglang Warning Suplayer Sembako BPNT

  • Whatsapp
BPNT Pandeglang
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb Agus Umam.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi IV DPRD Pandeglang, Banten mengingatkan para penyedia atau suplayer untuk tidak main-main terhadap kualitas komoditas sembako bagi penerima bantuan pangan non tunai (BPNT).

Warning dewan itu mengusul adanya sejumlah komoditas sembako tidak layak konsumsi yang diterima para keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT di Kecamatan Labuan. Lamtaran dinilai tak layak konsumsi, bantuan pangan itu akhirnya dikembalikan ke suplayer.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb Agus Umam menilai, kejadian tersebut sebagai buktinya ketidakseriusan dari pihak suplayer, agen dan pihak TKSK hingga Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, dalam menjalakan program BPNT.

“Meski sembako yang tidak layak konsumsi itu dikembalikan, tapi itu termasuk mempermainkan penerima manfaat. Harusnya sebelum disalurkan, sembako diperiksa dahulu, jangan membuat kecewa penerima,” ungkap Agus Umam melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2020).

Harusnya, kata Agus, para pihak terkait dalam program sembako BPNT itu, serius dalam bekerja. Artinya, setiap komoditas yang akan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat harus sesuai dengan aturan ada, jangan asal saja dan hanya ingin mengambil keuntungan dari program tersebut.

“Saya minta Dinsos, TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) dan pihak terkait lainnya mengecek setiap penyaluran sembako BPNT. Pastikan kualitas sembako itu bagus, agar tidak merugikan penerima,” katanya.

BACA JUGA:

. Komoditas Sembako BPNT di Labuan Pandeglang Sempat Ditolak KPM

. Kualitas Sembako BPNT Tak Layak Konsumsi, Pemkab Pandeglang Diminta Turun Tangan

. Sekda Pandeglang Ancam Copot Suplayer BPNT

Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Golkar itu mengaku, jika tidak ada tindaklanjut terkait persoalan itu, pihaknya akan meminta klarifikasi kepada Dinsos, TKSK, suplayer dan pemilik agen atau E-warungnya.

“Kami tidak ingin hal itu terjadi lagi ke depan. Makan dari itu, Dinsos harus mengawasi setiap penyaluran sembako BPNT kepada penerima, jika didiamkan akan menjadi kebiasaan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah mengakui sudah mengetahui kejadian itu. Dia juga menyebut pihak Kecamatan Labuan langsung tanggap atas kejadian tersebut. “Barangnya sudah diretur dan berita acaranya juga sudah ada. Kami akan tegur pendampingnya,” ujarnya.

Dalam penyaluran sembako BPNT lanjut Nuriah, ada perjanjian antara pihak suplayer dan agen. Sedangkan Dinsos, kata dia, hanya menerima laporan. “Yang memesan barang itu agen. Harusnya dicek, kalau kualitasnya jelek jangan disalurkan, tapi dikembalikan lagi kepada suplayer,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.