DPRD Pandeglang Minta Kontraktor Jembatan Cicadas Di-Blacklist

  • Whatsapp
jembatan cicadas rusak
Warga menandai bagian yang rusak mengunakan kayu pada Jembatan Cicadas di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi III DPRD Kabupaten Pandeglang, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk segera melakukan penanganan terhadap proyek jembatan Cicadas di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, yang ambrol.

DPRD Pandeglang juga meminta DPUPR melakukan pemanggilan dan bertindak tegas terhadap pelaksana kegiatan atau kontraktor yang melaksanakan proyek pembangunan jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Adanya pembangunan yang baru beberapa bulan tapi sudah rusak lagi, tentu harus disikapi serius. Jangan main-main dalam menjalankan program pemerintah,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang, Ade Muamar melalui sambungan telepon, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, uang yang digunakan dalam pembangunan tersebut adalah uang Negara yang dihasilkan dari pajak masyarakat. Maka pihak penyedia jasa, jangan asal jadi saja dalam melaksanakan pembangunan, tapi harus sesuai dengan aturan yang ada.

“Harus ditindak tegas, bila perlu pelaksana kegiatannya di-black list. Makanya kami minta dinas terkait jangan diam tapi harus melakukan tindakan,” katanya.

Dia menyebut, adanya hasil pekerjaan yang baru beberapa bulan itu tapi kondisinya sudah rusak lagi, maka kualitas bangunan itu rendah. Tentu hal ini harus dievaluasi, jangan sampai program pemerintah manfaatnya tidak bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Saya sangat menyayangkan dan kecewa atas adanya bangunan jembatan yang baru beberapa bulan dibangun, tapi sudah rusak lagi. Karena itu, saya minta dinas teekait secepatnya melakukan penanganan,” pintanya.

BACA JUGA:

. Baru Dibangun, Jembatan Cicadas Desa Teluk Pandeglang Rusak Lagi

. Soal Jembatan Ambrol, Camat Labuan Pandeglang Tunggu Laporan Kades

. DPD RI Awasi Anggaran Desa di Pandeglang

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin mengaku, akan melihat dahulu nama perusahaan yang melaksanakan proyek pembangunan jembatan di desanya itu.

“Saya lupa nama perusahaan yang melaksanakan kegiatan, dan jumlah anggarannya, nanti akan saya lihat dulu,” imbuhnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.