DPRD Pandeglang Akan Buat Pernyataan Tolak Izin PT Indomobile

  • Whatsapp
spbu mobil pandeglang
Salah satu SPBU Mobil di Pandeglang melayani konsumen, padahal sebelumnya SPBU mini tersebut telah disegel Satpol PP.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi I DPRD Pandeglang, Banten akan membuat pernyataan menolak proses perizinan operasional SPBU mini milik PT Indomobile di Pandeglang. Sebab pihak pengelola dianggap telah melanggar kesepakatan bersama untuk menutup sementara usahanya sebelum proses perizinan diselesaikan.

Komisi I DPRD juga telah membuat kesepakatan dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang untuk menolak keberadaan PT Indomobile Prima Energi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan untuk menegakan peraturan yang berlaku di Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan Redaksi24.com, saat ini sejumlah SPBU mini milik PT Indomobile telah beroperasi lagi. Seperti pada stasiun SPBU mini Kanangan, Kecamatan Menes, SPBU Kadusuluh, Bojong Canar, Kecamatan Cikedal, Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi dan di sejumlah kecamatan lainnya.

BACA JUGA: SPBU Mobil Milik PT Indomobile Disegel Satpol PP Pandeglang

Anggota Komisi I DPRD Pandeglang, Miftahul Farid Sukur mengatakan, siap membuat pernyataan untuk menolak keberadaan PT Indomobile. Karena ia menilai pengelola telah melanggar aturan dan tidak komitmen terhadap kesepakatan bersama saat hearing di komisi I DPRD Pandeglang.

“Sebelumnya kami melakukan rapat dengan DPMPTSP termasuk PT. Indomobile dan mahasiswa sampai malam. Dalam rapat itu pengelola sepakat untuk menutup sementara, sebelum perizinannya diselesaikan, tapi nyatanya sekarang dibuka lagi,” ungkapnya, Selasa (7/7/2020).

Ia juga menegaskan, bukan menolak adanya investasi di Pandeglang, bahkan pihaknya sangat mendukung ada investor yang masuk ke Pandeglang. Akan tetapi, kata dia, investor itu harus mengikuti aturan yang ada dan harus patuh pada aturan yang berlaku, supaya investasi berjalan lancar dan nyaman.

“Harusnya jangan mendirikan bangunan dan melakukan operasi dulu sebelum izinnya diselesaikan. Tapi kenyataannya di lapangan, pihak PT Indomobile menjalankan usahanya terlebih dahulu sebum izinnya diproses, maka dari itu saya minta agar perusahaan yang melanggar aturan ditertibkan,” tgeasnya.

Lanjut Farid, pihaknya udah mengagendakan kembali untuk melakukan rapat dengan DPMPTSP dan Satpol-PP, untuk memastikan tindakan apa yang harus dilakukan dalam menegur pengusaha ngeyel tersebut.

“Tadi saya sudah hubungi Kasatpol PP, kami beres rapat Paripurna hari Kamis akan kami undang DPMPTSP dengan Satpol PP, bila perlu kami buat sampel satu titik saja dirobohkan agar efek jera bagi pengusaha yang mengkerdilkan pemerintah,” tegasnya lagi.

BACA JUGA: Ngeyel, Baru Disegel Satpol PP, SPBU Indomobile di Pandeglang Buka Lagi

Terpisah, Kabid Pengendalian Perijinan DPMPTS Pandeglang, Hasan Ansori mengatakan, pihaknya satu suara dengan DPRD Pandeglang, namun hal tersebut harus sesuai dengan hasil rapat bersama.

“Belum ada rapat lagi. Justru dengan DPRD kami satu kata dalam menindak pengusaha nakal itu,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Pandeglang, Fery Hasanudin mempersilahkan PT Indomobile untuk menempuh proses perizinan. Pihaknya juga memberikan kesempatan PT Indomobile untuk menjalankan kesepakatan bersama dengan DPRD.

“Mereka itu kan niat mau membuka usaha di Pandeglang, tenaga kerja kita kan dipekerjakan, kalau misalnya mereka sedang menempuh perizinan ya silahkan ditempuh dahulu. Kalau kami tolak atas dasar apa, merugikan tidak, mengganggu juga tidak, yang penting mereka mau menempuh perizinan,” imbuhnya.

Saat dihubungi melalui smabungan telepon, salah satu pengelola SPBU PT Indomobile tidak bisa memberikan keterangan apapun terkait dioperasikannya lagi SPBU Mobil tersebut.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.