DPRD Nilai PSBB di Kabupaten Tangerang Kurang Efektif

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Astayudin (tengah).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga di wilayah Kabupaten Tangerang akan dimulai besok (Senin) 18-31 Mei 2020 mendatang. Namun, karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dirasa tidak efektif.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Astayudin kepada Redaksi24.com, menurut dia hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap PSBB sebagai hal yang biasa. Hal itu terlihat dari masih tingginya tingkat kerumunan terutama di titik yang biasa menjadi pusat keramaian salah satunya di jalan raya.

Bacaan Lainnya

“Bisa kita lihat sendiri yah di setiap kecamatan di mana-mana itu selalu macet ini adalah bukti PSBB tidak dianggap, adanya pelaksanaan PSBB ini masyarakat biasa saja,” kata Astayudin usai membagikan Paket Sembako kepada 565 bungkus kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di kantor DPC Gerindra Kabupaten Tangerang, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, tidak efektifnya penerapan PSBB di wilayah Kabupaten Tangerang tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh gugus tugas baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat desa. Terlebih, sambung dia, tidak ada sanksi yang membuat masyarakat jera apabila melanggar peraturan PSBB.

“Tidak efektif! Kurang sosialisasi jadi PSBB ini dianggap biasa saja bukan hal yang harus diperhatikan,” ujarnya

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Banten dari fraksi Gerindra Basri menuturkan, perpanjangan PSBB tahap ketiga dinilai tidak berbanding lurus dengan capaian maupun dengan fakta pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, peraturan PSBB tentang menjaga jarak dan ‘stay’ di rumah yang dianjurkan pemerintah tidak efektif karena tidak dijalankan oleh masyarakat. Sehingga, sambung dia, anggaran penanganan Covid-19 tidak pararel dengan capaian pemerintah dalam hal menekan penularan virus Corona.

“Fakta di lapangan kesadaran terhadap virus corona ini mereka acuh dan itu hal yang harus ditelaah kembali oleh pemerintah,” tegasnya

Ia menambahkan, fakta lain dari tidak efektifnya penerapan PSBB bisa dilihat dari masih banyaknya antrian kemacetan yang menunjukan bahwa PSBB tidak betul-betul di jalankan. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.