DPRD Kota Cilegon Bakal Awasi Ketat Dana Covid-19

  • Whatsapp
anggaran covid-19
Ilustrasi anggaran penanganan covid-19.

CILEGON, REDAKSI24.COM –DPRD Kota Cilegon akan mengawasi penggunaan anggaran untuk percepatan penanganan corona virus disease atau Covid 19. Pasalnya, Pemkot Cilegon telah menganggarkan dana penanganan covid-19 sebesar Rp29 Miliar dari APBD tahun ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon, Abdul Ghoffar mengatakan, pihaknya akan mengawasi dan memberikan beberapa masukan kepada Pemkot Cilegon terkait penggunan anggaran tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami akan memastikan alokasi anggaran tersebut bersumber dari kegiatan yang ada di Pemkot Cilegon,” kata Ghoffar kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Dengan begitu, lanjut Ghoffar, dalam penggunaanya tidak terjadi tumpang tindih dan tepat sasaran. Selain itu, DPRD juga akan memberikan masukan kepada Pemkot Cilegon terkait instrument social safety net atau jaring pengaman sosial.

“Terkait instrument jarring pengaman sosial akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi menyangkut kepada kebutuhan mendasar korban terdampak Covid-19. Maka, perlu dilakukan pengawasan dalam pelaksanaanya,” paparnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya memastikan anggaran percepatan pencegahan Covid-19 tidak terjadi tumpang tindih dalam penggunaanya. Menurutnya, apapun yang akan dilakukan tim gugus tugas dalam pencegahan Covid-19 harus disampaikan kepada DPRD.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon, Maman Maulidin mengatakan, terkait penggunaan anggaran untuk percepatan pencegahan Covid-19, pihaknya fokus untuk lokasi dan alokasi perubahan anggaran.

“Kami akan lakukan refocusing terkait program yang telah dilakukan perubahan. Beberapa diantaranya untuk jaring pengaman sosial, kesehatan dan juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” jelas Maman.

BACA JUGA:

. Bantu Warga Terdampak Covid-19, Forkopimda Kota Cilegon Buka Dapur Umum

. Kota Cilegon Jadi Darurat Bencana Non Alam Covid-19

. Polres Kota Cilegon Pantau Napi Terdampak Covid-19 yang Dibebaskan

Dengan begitu, lanjut Maman, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19 juga dapat melakukanya sesuai degan anggaran yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Meski demikian, hal itu belum dapat dilakukan karena masih menunggu selesai proses administrasinya.

“Selama wabah Covid-19 terjadi di Kota Cilegon, terjadi penurunan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Karena, sudah ada beberapa subjek dan objek yang sudah tidak melakukan aktivitas seperti hotel dan restoran,” tambahnya.

Namun begitu, Maman mengaku belum dapat memprediksi berapa persen penurunan PAD karena masih menunggu termin kedua selesai direkapitulasi. Terlebih, penurunan PAD terjadi belum genap satu bulan.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.