DPRD Kabupaten Tangerang Minta BUMD Maksimalkan PAD

oleh -
DPRD Kabupaten Tangerang Minta BUMD Maksimalkan PAD
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Sapri mengatakan, sampai saat ini PAD yang disumbangkan dari sejumlah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan masih terbilang minim.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Kalangan DPRD Kabupaten Tangerang, Banten, meminta direksi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bekerja maksimal untuk dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Sapri mengatakan, sampai saat ini PAD yang disumbangkan dari sejumlah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan masih terbilang minim.

“Maka itu kami meminta seluruh BUMD dapat bekerja secara maksimal, minimal pada masa pandemi mereka dapat bertahan,” kata Sapri kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).

Menurut Anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, sejauh ini hanya dua dari sekian perusahaan milik daerah yang memberikan kontribusi terhadap Pemkab Tangerang.

BACA JUGA: Bupati Tangerang Minta ASN dan Pegawai BUMD Bijak Bermain Medsos

BUMD yang telah memberikan kontribusi bagi PAD Kabupaten Tangerang, menurut Sapri, salah satunya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR).

Sedangkan untuk BUMD yang lainnya, menurut Sapri, masih jauh dari harapan atau di bawah rata-rata.

“PDAM itu pertahun mencapai 20 Miliar (rupiah), di urutan kedua penyumbang PAD terbesar itu BPR KR (Bank Perkreditan Rakyat Kerta Raharja), yang juga cukup lumayan besar,” ungkapnya.

Disinggung PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Kerta Raharja (AKR) yang pada akhir tahun 2021 disebut mengalami kerugian sebesar Rp2,3 Miliar, menurut Sapri, kondisi itu karena direksi BUMD tersebut tidak tepat menerapkan kebijakannya pada masa pandemi.

“Contohnya saja, perluasan kantor cabang dilakukan pada masa pandemi, dengan begitu akan sulit untuk mengejar laba,” jelas Sapri seraya menyebut tidak semua BUMD mengalami kerugian, hanya saja masih minim menyumbang deviden ke kas daerah.(Deri/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.