DPRD Kabupaten Tangerang Akan Panggil Puskesmas Balaraja, Terkait Pendampingan Hukum Sopir Ambulance

oleh -
Sopir Ambulan Puskesmas Balaraja
Junaidi, Sopir Ambulan Puskesmas Balaraja.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Pihak keluarga Junaidi (32) Sopir Ambulance Puskesmas Balaraja yang ditahan karena menabrak orang hingga tewas, mengaku kecewa lantaran tak diberi kabar jika Junaidi sudah dipindahkan dari sel Mapolsek Tigaraksa ke Rutan Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Kepada Redaksi24.com, Erna, Kakak Junaidi mengaku kecewa lantaran tidak ada kabar jika adiknya dipindah ke Lapas Jambe sejak Senin (20/1/2020) lalu, baik itu dari pihak kepolisian maupum Puskesmas Balaraja, tempat Junaidi mengabdi sebagai sopir ambulance.

“Ya pak, masa pihak keluarga tidak ada yang diberi tahu oleh pihak puskesmas,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020) dini hari.

Erna mengaku mengetahui kabar Junaidi dipindah ke Rutan Kelas I Tangerang melalui yang bersangkutan lewat telp. Saat itu juga, Junaidi mengabarkan kasusnya akan mulai disidangkan pada 8 Februari 2020 mendatang.

“Kami tahu kemarin (Selasa, 21/1/2020), Juned telp dia minta uang buat bekal disana selama dua Minggu, dan kami tidak bisa jenguk, kalau mau jenguk ntar tanggal 5 bulan depan,” tuturnya.

BACA JUGA:

Puskesmas Balaraja Belum Berikan Batuan Hukum Pada Sopir Ambulance Yang Tabrak Mati Korbannya

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, HM Ali saat dikonfirmasi mengaku baru mengetahui ihwal kasus yang dialami oleh sopir Ambulance Puskesmas Balaraja tersebut. Kata dia, meski urusan kesehatan ada di Komisi II namun kasus yang dialami oleh Junaidi ini sudah masuk ke ranah hukum. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi I.

“Coba nanti koordinasikan juga dengan Komisi 1 soal masalah hukumnya,” kata dia.

Terkait bantuan hukum untuk Junaidi, ia menyarankan untuk menggunakan jasa Bantuan Hukum Bagi Warga Tidak Mampu yang disediakan oleh Pemkab Tangerang. Ia menambahkan, pihaknya juga akan memanggil pihak Puskesmas Balaraja untuk meminta kejelasan terkait kasus ini.

“Perda bantuan hukum itukan sudah ada, bisa lewat sana. Nanti akan kita panggil juga pihak Puskesmas Balaraja,” tukasnya (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.