DPR: Pengumuman PSBB Total di Jakarta Picu Saham Indonesia Rontok

  • Whatsapp
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyebutkan, pengumuman PSBB total oleh Anies Baswedan menyebabkan saham rontok.
Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdulah, di Jakarta, Jumat (11/9), menyatakan, pengumuman pemberlakukan kembali PSBB total di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan menyebabkan saham Indonesia rontok

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI, Said Abdullah, menyebutkan pengumuman pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) total oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat saham Indonesia rontok.

“Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan yang begitu bombastis dan dramatis oleh Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan sehingga menimbulkan hal yang tidak perlu,” demikian kritik tajam Said dalam Raker Banggar DPR RI, di Jakarta, Jumat.

Bacaan Lainnya

Dia memperkirakan saham yang rontok mencapai Rp300 triliun dan berpotensi mengganggu kegiatan korporasi serta menghambat roda usaha sektor ritel. “Kalau korporasi hancur maka ritel hancur,”tuturnya.

BACA JUGA:Wali Kota Tangsel Putuskan Tak Ikuti PSBB Total Seperti DKI Jakarta

Hal itu, menurut Said, merupakan tantangan berat bagi pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat kembali menstabilkan pasar keuangan maupun kepercayaan diri para pelaku pasar. “Ini lah tantangan berat OJK dan BI,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pihak BI dengan para pemangku kepentingan dapat terus berkoordinasi dalam menjaga sektor keuangan yang masih tertekan akibat dampak pandemi.

“Kami harap Gubernur BI menjaga stabilitas di sektor keuangan. Kita khawatir upaya yang dilakukan Gubernur BI sia-sia bagi kita semua kalau tidak di antara kita koordinasi yang baik di semua lini,” jelasnya.

Diketahui Rabu malam (9/9) Gubernur  Anies Baswedan resmi mencabut PSBB  transisi dan memberlakukan kembali PSBB total di Jakarta mulai 14 September.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (10/9), menilai pemberlakukan kembali PSBB total itu telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan lantai  bursa efek Indonesia (BEI) turun tajam.

IHSG di  BEI pada Kamis pagi anjlok ke bawah level psikologis 5.000 yaitu pukul 9.25 WIB melemah 191,87 poin atau 3,73 persen ke posisi 4.957,5.

“Berdasarkan index sampai hari ini index angka ketidakpastian akibat pengumuman Gubernur DKI sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000,” ungkap Airlangga.(Astrid/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.